Jumat, 02 April 2010

Fenomena Facebook

Fenomena pertemanan melalui situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, myspace dan lain sebagainya melanda dunia saat ini. Tidak terkecuali di Indonesia. Konon, menurut sumber yang kukutip dari sini dan juga sini, Indonesia menjadi pengguna facebook terbesar ke-7 di dunia pada akhir tahun 2009 dan ini diperkirakan akan terus bertambah pada tahun 2010.

Begitupun aku yang juga dilanda demam facebook saat baru mengenal situs jejaring sosial tersebut tahun 2008 silam. Aku begitu antusias saat itu dan lebih sering menghabiskan waktu di warnet ketimbang di rumah.

Ya, facebook sepertinya sudah menjadi bagian penting dari seorang individu yang maniak dengan pertemanan didunia maya. Sehari tidak membuka facebook, seperti ada yang kurang dalam hidup ini. Masa’ sih??? Notification, message, tags, foto dan apalah jua fasilitas yang disediakan oleh pengelola facebook menjadi sesuatu yang ditunggu saat account mulai diaktifkan. Akhirnya, muncul semacam ketergantungan yang sulit dihilangkan. Malahan, ketika account FB dinonaktifkan (karena “katanya” mulai bosan dengan FB dan ingin berhenti dari ketagihan ini), eh, ujung-ujungnya balik lagi. Mungkin tak tahan dengan godaan yang ada didepan mata kali!

Facebook memang memiliki magnet yang kuat bagi para penggilanya. Namun, sebenarnya FB bak mata uang yang memiliki 2 sisi yang berbeda. Buruk dan baik. Tergantung individu itu sendiri mau menggunakan FB untuk tujuan apa.

Dampak buruk mengenai penyalahgunaan facebook yang sering kita baca di media cetak maupun tonton di layar kaca terus meningkat. Dan ini amat memprihatinkan. Antara lain nih bisa dibaca disini. Namun, tidak selamanya facebook dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Apabila penggunaan facebook ini diarahkan untuk sesuatu yang positif, maka manfaatlah yang bisa kita peroleh, seperti yang dapat dibaca pada blog ini.

Semoga, dengan adanya fenomena facebook ini, semakin membuat kita arif dalam menggunakan teknologi.

4 komentar:

  1. setuju banget,fesbuk ini ibarat pisau ,bisa buat motong sayur bisa buat membunuh atau menodong orang.

    semua tergantung penggunanya,fesbuk hanya alat saja :)

    BalasHapus
  2. Untuk itulah aku tidak mau terjebak dengan teknologi. Teknologi harus bisa memberi manfaat bukan sebaliknya. Jangan kita mau diperbudak oleh teknologi :)

    BalasHapus
  3. wah, pacar saya juga tuh hobi ke warnet banget

    BalasHapus