Kamis, 01 April 2010

Samarinda Tempo Doeloe

Cerita ini sebenarnya agak telat. Tetapi tidak apalah kalau aku berbagi pengalaman yang cukup unik ini saat mengunjungi pameran foto-foto Samarinda Tempo Doeloe. Pameran ini sebenarnya diadakan untuk memperingati Perayaan HUT Pemkot Samarinda ke 50 (emas) dan Hari Jadi kota Samarinda ke 342 tahun 2010. Tempat berlangsungnya pameran di GOR Segiri Samarinda dari tanggal 20 sd. 23 Januari 2010. Dan aku baru berkesempatan kesana pada hari terakhir pameran.

Samarinda dulunya sangat lengang dan belum banyak bangunan berdiri

Kupikir, pasti amat membosankan melihat pameran ini. Kenapa? karena aku memang bukanlah orang yang pandai menginterpretasikan sebuah karya seni, terlebih-lebih foto. Bagiku, semua foto adalah sama. Sesuatu yang hanya dijadikan kenangan untuk mengingat perjalanan hidup di waktu lampau. That's all.

Konon, bangunan ini cikal bakal berdirinya Masjid Raya Samarinda
Samarinda ternyata sudah sejak dulu mengalami banjir
Pasar pun tidak luput dari genangan banjir. Tapi kurang tahu, pasar dimana ini? Pasar Segirikah atau Pasar Pagikah atau Pasar yang lain?

Tapi, aku harus berpikir ulang ketika melihat satu per satu foto yang dipajang pada dinding-dinding itu. Aku terkesima ketika melihat foto Kota Samarinda Tempo Doeloe yang begitu artistik disandingkan dengan foto-foto Kota Samarinda hasil jepretan yang terkini. Perbedaannya begitu ketara. Seakan-akan ingin menceritakan sebuah perjalanan peradaban dengan kronologis yang jelas dari dulu hingga mencapai keadaan seperti sekarang.

Mobil yang dipakai oleh Walikota pada saat itu

 Menyambut kedatangan Presiden Soekarno di Samarinda
 Presiden Soekarno di Samarinda dengan latar belakang pintu gerbang bertuliskan  huruf cina

Terima kasih Tuhan telah menggugah hatiku untuk mau berkunjung pada pameran ini. Aku mendapatkan pengalaman yang berharga yang tak akan pernah kulupa. Untuk itulah aku abadikan sebagian foto-foto Samarinda Tempo Dulu dengan menggunakan kamera handphone 1,3 megafixel. Meski tidak terlalu jelas, tetapi mudah-mudahan bisa membawa imajinasi kita akan kehidupan yang telah berlalu dalam sebuah bingkai nostalgia foto.

Becak sepertinya menjadi transportasi andalan warga samarinda kala itu

PKL ternyata telah eksis sejak dulu di Samarinda

12 komentar:

  1. Tidak terbayang bagaimana orang dahulu menghadapi hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

      Hapus
  2. Jangan dibayangin dong mas. Tapi lihat usaha kerasnya hingga bisa seperti sekarang. Hehehe...

    BalasHapus
  3. saya orang samarinda asli saya lahir 7 feb 2010 samarinda..saya sekarang bekerja di banjarmasin karna di roling.. bgai mn pun saya tinggl saya tetp cinta tnah k lhiran saya...
    sukses trus kota samarinda.... i love you ful....

    BalasHapus
  4. Tanah kelahiran memang akan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita meski kita harus berada jauh darinya akibat keadaan dan lain sebagainya. Kenangan thdnya rasanya sulit untuk dilupakan karena disanalah awal kehidupan kita dimulai

    BalasHapus
  5. ya bener2 foto jaman klasik yang bersejarah i love samarinda..samarinda kota tepian disanalah saya dilahirkan bila minum air mahakam sungguh susah dilupakan.

    BalasHapus
  6. gak banyak ya!! sayang, pingin banget liat foto samarinda sebelum saya lahir di kota tercinta ini..pokoknya amun dah teminum banyu mahakam pasti bebalik kesini

    BalasHapus
  7. punya foto yg tahun 80 an nggak mas ?

    BalasHapus
  8. Saya Bangga jdi warga Samarinda

    Pedatuan Saya lahir di samarinda
    Dan Meninggal di samarinda juga

    Moga saya juga seperti itu

    BalasHapus
  9. Jangan di kira Samarinda tempo dulu adalah Masa Jaya nya Kota Samarinda terutama pada Zaman Banjir Kap, istilah orang2 tua dahulu (coba tanya apa tuh Banjir Kap). Masa Banjir Kap Hampir semua warga Samarinda punya Duit berhamburan... Bahkan pada masa itu Samarinda mampu datangkan Artis2 Hongkong tampil nya di Bioskop GARUDA jl.P.Diponegoro... Pada masa itu Warga biasa Samarinda sama Kaya nya dengan Artis Ibu Kota Jakarta...
    BAROKALLAHU FI SAMARINDA

    BalasHapus
  10. subhanaulah tanah kelahiran ku lebih indah di jaman bahari , klasik foto nya wal, salam papadaan berataan :)

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah bisa melihat sepanggal kisah smd melalui foto2 diatas, mhn diperbanyak, semoga kita makin mencintai dan menjaga tanah kelahiran kita, wassalam #sandhy firmansyah di kutai timur

    BalasHapus