Sabtu, 01 Mei 2010

Kisah Sedih Di Hari Jumat

Ketika seseorang memasuki dunia kerja berarti ia menyadari bahwa suatu saat ia juga akan memasuki masa pensiun. Ini adalah sesuatu yang wajar mengingat faktor usia manusia yang terus bertambah. Usia yang terus bertambah ini tentu saja tidak dapat dipungkiri akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja, meskipun pada beberapa orang hal ini tidak bisa dijadikan alasan yang kuat. Dan seperti sudah menjadi hukum alam, bahwa mereka yang tua nantinya akan digantikan dengan mereka yang lebih muda. Oleh karena itu, timbullah istilah Pensiun. Istilah pensiun sendiri menurut yang kukutip dari Wikipedia Indonesia ialah seseorang yang sudah tidak bekerja lagi karena usianya sudah lanjut dan harus diberhentikan, ataupun atas permintaan sendiri (pensiun muda).

Bagi sebagian orang, ada rasa ketakutan ketika memasuki masa pensiun. Hal ini lumrah, mengingat mereka yang tadinya terbiasa dengan rutinitas pekerjaan harian tiba-tiba harus vakum dari kegiatan tersebut. Mungkin diawal-awal, perubahan itu sangat terasa dan kadang menjadi kejenuhan yang tidak menyenangkan. Namun, bagi sebagian orang lagi malah menyambutnya dengan suka cita. Mereka beralasan, dengan pensiun akan lebih banyak waktu luang bersama anggota keluarga sehingga keakraban akan semakin tercipta. Hal ini tentu sulit terlaksana ketika mereka masih bekerja. Bayangkan, mereka bekerja dari Senin sampai Jumat dan pergi pagi pulang malam. Alokasi waktu untuk keluarga pastinya sedikit. Disamping itu, dengan pensiun, mereka mungkin bisa mengembangkan hobi yang selama ini terlantarkan. Syukur-syukur jika hobi itu bisa menjadi lahan bisnis baru yang menguntungkan.


*****

Oke…sekarang balik ke cerita awal. Jumat pagi tadi, 30 April 2010, di instansi tempat aku bekerja diadakan acara pelepasan pegawai yang telah memasuki masa purna tugas alias pensiun. Mereka yang telah purna tugas ini terdiri dari para staff dan pejabat. Menurutku, acara ini adalah suatu kemajuan. Mengapa kusebut suatu kemajuan? Karena selama ini, acara-acara semacam itu tidak pernah diadakan. Lho kok bisa? Itulah faktanya dan sedih memang kalau mendengarnya. Dari pengamatanku, mereka yang telah pensiun selama ini, kesannya dilepas sendiri-sendiri. Tidak ada perpisahan, tidak ada perayaan. Padahal seharusnya mereka itu dilepas secara resmi, sama seperti juga mereka resmi diangkat sebagai pegawai pada awalnya. Ingat, mereka adalah orang-orang yang telah menyumbangkan segenap pikiran, tenaga, dan usaha keras mereka untuk memajukan instansi ini. Rasanya pas ungkapan yang mengatakan : TIDAK ADA YANG SEKARANG KALAU TIDAK ADA YANG DULU. Dan tentu saja acara pelepasan ini disambut positif oleh semua pegawai dan diharap terus berlanjut dimasa-masa datang.

Namun sebenarnya inilah inti cerita yang ingin kuluahkan, dibalik acara pelepasan tersebut, terselip rasa kecewa dihatiku. Rasa kecewa yang tak dapat kusembunyikan dan hanya bisa kuungkap disini. Bagaimana tidak? Salah seorang pegawai yang purna tugas itu dalam sambutannya menyampaikan keluhan bahwa sampai hari ini belum menerima SK Pensiun dan blablabla lainnya yang sekan ditujukan padaku. Lho, apa hubungannya dengan aku? Ya iyalah ada hubungannya karena akulah yang selama ini bertugas mengurusi masalah pemensiunan pegawai. Tentu, kata-katanya itu seketika menyentak diriku. Aku menjadi tidak enak pada acara pelepasan tersebut karena sepertinya semua orang menyalahkanku. Ya Tuhan, tidak pernah terbersit dipikiranku untuk menunda-nunda pengurusan berkas pensiun seseorang. Bahkan akulah orang yang paling ketar-ketir saat SK Pensiun itu belum juga datang. Aku jugalah orang yang tak bisa membiarkan berkas itu tertumpuk lama dihadapanku. Swear, berkas itu telah aku garap jauh sebelum pimpinan mendisposisikannya ke aku. Maaf, bukan bermaksud ingin menonjolkan diri. Tapi mungkin itu bentuk luapan perasaan kecewa yang tak tertahankan.

Sesungguhnya aku cuma manusia lemah. Dan manusia lemah ini telah berusaha keras melakukan segala daya upaya dengan segenap kemampuannya. Dan jika memang mengalami kendala dengan proses yang lama, harap maklum. Aku hanya mengikuti prosedur baku yang telah ditetapkan oleh Pusat. Hasil akhirnya, pusatlah yang memproses dan menetapkannya.

Hmmm…aku tidak tahu lagi harus menjelaskan apa karena kuyakin sehebat apapun penjelasanku tidak akan mengubah pandangan mereka tentang diriku. Pandangan tentang diriku sebagai seorang pegawai yang (mungkin) tidak becus dalam mengerjakan sesuatu. Entahlah. Mungkin hanya perasaanku saja.

Maafkanlah ya Allah atas segala luahan kekesalanku pada hari ini. Kekesalan yang berujung pada emosi perasaan yang tak terkendali. Aku hanyalah manusia biasa yang kadang gagal meredam emosi. Dan sejujurnya tidak ada rencana memposting tulisan ini. Tulisan ini diluar dari yang telah kurencanakan. Padahal ada tulisan lain yang telah kubuat dan direncanakan publish pada 1 Mei ini. Tapi entah mengapa, peristiwa pagi tadi telah membalikkan segalanya. Aku tahu, ini sesungguhnya tidak baik. Tapi mau bagaimana. Perasaan kecewa itu tidak dapat kuendapkan begitu saja dari pikiranku dan harus kutuangkan dalam bentuk tulisan ini. Meski terkesan sadis, namun aku tidak dapat membohongi diriku, bahwa peristiwa itu telah menjatuhkan mental dan semangat kerjaku yang telah kubangun dengan susah payah. Rasanya perlu waktu lama untuk menyusunnya kembali. Ya Rabb, kuatkan aku.

7 komentar:

  1. Ada saatnya produktif dan ada masanya nonaktif, agar bisa menikmati anugerah hidup apapun adanya.
    SALAM KENAL Mas Ifan...

    BalasHapus
  2. wah kliatannya aku baru perama kali bertamu di sini ya...jadi pengen nyoba Blogger ya Mas?
    Untuk kasus tadi, tetep semangat! Saya yakin pada akhirnya orang tahu kalau kamu gak bermaksud lalai seperti itu^^

    BalasHapus
  3. Bad day ya... tapi sisi positifnya kan jadi ada bahan untuk posting^^
    Salam kenal

    BalasHapus
  4. Wooow... rumah baru atau rumah lama yang jarang di urus neh...

    Aku juga punya di blogspot tapi jarang keurus
    http://ahsanfile.blogspot.com
    =====

    Itu namanya regenerasi mas ifan...
    pegawai muda akan menggantikan pegawai pensiun

    BalasHapus
  5. Tusuda : Setuju sekali mas. Pasti ada masa dimana kekuatan kita untuk bekerja tidak seterampil waktu masih muda dulu.

    Alice : Wah, blogspot ini adalah blogku yang pertama sebelum akhirnya aktif di wordpress.

    Little Spark : Benar juga nih. Gara2 ada peristiwa ini, aku jadi bisa buat postingan. Tapi jujur, kalau bisa aku juga nggak pengen lagi peristiwa kaya gini terjadi. Nggak enak banget.

    Ahsanfile : Iya nih, blog ini jadi nggak keurus. Hmm...regenerasi dalam sebuah pekerjaan memang tak bisa dihindarkan ya.

    BalasHapus
  6. Hemm... Tulisan ini mungkin udah setahun, tapi kalau di baca lagi, pasti terungkap banyak kenangan di dalamnya.
    Sekarang, aku yakin mas Ifan tersenyum-senyum membaca tulisan ini.. :D

    BalasHapus