Senin, 14 Juni 2010

Nobar Piala Dunia 2010

Perhelatan akbar Piala Dunia di Afrika Selatan dari tanggal 11 Juni sd. 12 Juli 2010 tampaknya memang sedang menjadi fokus perhatian para maniak bola di seluruh bagian di belahan bumi. Tidak terkecuali, di Indonesia pun juga sedang dilanda demam yang sama. Terbukti acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia menjadi suatu aktifitas yang lazim dijumpai diberbagai tempat pada saat ini.

Berbicara tentang nobar, hal ini pun ternyata berlaku di kampungku. Sebuah layar besar dipasang di salah satu rumah warga. Tentu saja karena dipasang pada tempat yang letaknya strategis di pinggir jalan raya, maka nobar ini pun menjadi perhatian dan daya tarik orang-orang yang berlalu lalang. Teriakan dan berbagai komentar mengenai jalannnya pertandingan antara tim sepakbola A melawan tim sepakbola B mewarnai nobar ini.

Bak seorang yang kisahnya menguasai A sd. Z tentang sepakbola, mereka terus saja mengulasnya dan sesekali disertai umpatan apabila ada pemain yang tidak mampu memanfaatkan kesempatan menyarangkan gol ke sarang lawan. Hmm…itulah hebatnya penonton. Mereka sepertinya lebih pintar daripada pemain. Padahal kalau mereka sendiri yang disuruh bertanding, sudah pasti hasilnya nol besar.

Nobar Piala Dunia 2010 yang diselenggarakan di kampungku.

Nobar ini dilakukan sampai larut malam. Para maniak sepakbola itupun rela begadang demi menyaksikan tim favorit mereka berlaga. Kelelahan dan rasa kantuk bukanlah penghalang. Asalkan bisa mendukung (walaupun hanya lewat sebuah layar) sepertinya itu sudah lebih dari cukup.

Jadi berpikir, sewaktu bulan ramadhan dikala sahur, kadang ada perasaan malas untuk bangun. Padahal telah dijanjikan oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. Sementara, untuk sebuah nobar Piala Dunia, meski hanya sebuah kepuasan diri yang didapat, tapi sanggup terjaga untuk tidak terlelap hingga dini hari dalam jangka waktu yang sama pula yaitu 1 bulan. Fenomena apakah ini? Dan aku hanya bisa mengatakan : DUNIA OH DUNIA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar