Jumat, 01 Oktober 2010

Proyek Renovasi Taman

Dulunya, diseberang rumahku adalah rumah-rumah warga yang berdiri tepat di pinggiran Sungai Karang Mumus. Sekitar tahun 1986-an, terjadi kebakaran hebat di daerah tempat tinggalku tersebut. Rumahku dan juga rumah-rumah warga di pinggiran Sungai Karang Mumus pun menjadi sasaran amukan si jago merah. Tidak ada yang tersisa. Semuanya hangus, rata dengan tanah.

Semenjak kebakaran tersebut, warga yang rumahnya dulu berada di pinggiran Sungai Karang Mumus terkena proyek pemerintah. Proyek tersebut mengharuskan agar warga tidak mendirikan bangunan di lahan bekas kebakaran. Rencananya, lahan bekas kebakaran tersebut akan dibangun sebuah taman untuk tempat bersantai keluarga. Tentu saja, ada semacam kompensasi pembayaran ganti rugi yang didapatkan warga atas lahan mereka yang digunakan untuk proyek pembuatan taman.

Beberapa tahun kemudian, taman tersebut selesai dan menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai. Pepohonan dan bunga-bunga yang ditanam beraneka ragam membuat nyaman mata untuk memandang. Ditambah lagi, Sungai Karang Mumus yang membentang dihadapannya semakin menambah keindahan taman tersebut.

Namun, benarlah kenyataan yang selama ini sering kudengar bahwa bangsa ini sangat pintar membangun sesuatu tetapi sulit untuk merawatnya. Dan kenyataan ini juga menimpa pada taman di seberang rumahku tersebut. Apalagi ketika Kepala Daerah berganti, maka berganti pula kebijakan. Anggaran untuk merawat taman tidak ada karena dialihkan untuk hal-hal yang lebih penting. Sudah bisa ditebak, akibatnya taman tersebut terbengkalai dan tak terurus. Mulai banyak rumput liar yang tumbuh. Bahkan anak-anak menjadikannya sebagai tempat untuk bermain sepakbola. Maka tambah hancurlah taman tersebut.

Alat berat untuk meratakan tanah

Lama hancur dan terbengkalai, akhirnya di tahun 2010 ini, tepatnya pada bulan ramadhan kemarin, Pemkot Samarinda mulai merombak total taman tersebut dan kembali mencoba menghidupkan keindahannya. Tentu saja, untuk merombak total taman tersebut ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh warga sekitar. Konsekuensi itu terutama pada penggunaan alat-alat berat di lokasi proyek. Alat-alat berat yang beroperasi sepanjang pagi hingga sore hari bahkan kadang-kadang juga pada malam hari menimbulkan bunyi-bunyian yang benar-benar memekakan telinga. Belum lagi rumah warga yang ikut bergetar akibat tumbukan-tumbukan tiang pancang yang ditancapkan ke perut bumi. Ini serasa bagai mengalami gempa skala ringan. Ah, lengkaplah penderitaan.

Taman di Tepian Sungai Mahakam

Tidak mudah memang menerima konsekuensi ini. Tapi, demi sesuatu yang lebih baik kedepannya, mungkin warga perlu bersabar dan ikhlas menerima keadaan ini. Mudah-mudahan untuk selanjutnya, taman ini bisa selesai secepatnya dan menjelma seperti taman yang ada di Tepian Sungai Mahakam yang elok itu.


Update :

Dan inilah keadaan terbaru dari proyek renovasi taman setelah hampir satu tahun dikerjakan. Foto diambil pada tanggal 19 November 2011. Dari hasil foto tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengerjaan renovasi taman berlangsung lambat. Keadaan ini kemungkinan besar disebabkan karena anggaran pemerintah daerah yang terbatas. 

29 komentar:

  1. setuju aku kawand jika harus dibangun sebuah taman.
    lumayan untuk menjadi keluar masuk udara yang bersih dan kotor.
    biar warga makin sehat

    BalasHapus
  2. tamannya sangat indah sobat...
    salam blogger

    BalasHapus
  3. itulaj yg aku sesalkan dari Kebijakan2 yg selalu ganti2 klo pemimpinnya ganti... tujuannya emank bagus untuk dijadikan Taman tapi pertanyaannya knp selanjutnya malah diterlantarkan?

    smoga setelah renov selesai gak terlupakan lagi ya Sob....

    BalasHapus
  4. Pemandangannya Indah sekali

    BalasHapus
  5. sepertinya saya udah liat ini, tapi dimana ya..?

    *bingung :)

    BalasHapus
  6. Taman di Tepian Sungai Mahakam itu indah banget... sepertinya nyaman banget untuk keluarga...

    BalasHapus
  7. Banyak taman di mana-mana nggak keurus sobat, negri ini payah sekali dalam menghargai keindahan

    BalasHapus
  8. keren bro tamannya, di tepian sungai musi lum ada spt itu :)

    BalasHapus
  9. jalan jalur pulang kampungku direnovasi tapi gag klear2, huh

    BalasHapus
  10. Yah,mau bagaimana lagi, beginilah bangsa kita... Setiap kali berganti pimpinan pasti disertai dengan perarturan yang baru, semoga saja taman yang sekarang sudah diperbaiki/diperbarui itu dapat terus terawat walau berganti pimpinan... Terimakasih :)

    BalasHapus
  11. Memang perlu pengorbanan yg lumayan besar ya mas...."Jerbasuki maa bea" kata orang Jawa. Semoga taman yg nanti tewujud akan membawa hikmah dan menjadi tempat yg memberikan inspirasi....

    BalasHapus
  12. Wah kalau lihat gambarnya bagus sekali sob.. nyaman ada taman pinggir sungai

    BalasHapus
  13. Wahh moga aja pembangunan proyeknya berhasil...

    BalasHapus
  14. Masih terpelihara dan blum dilupakan kan Sob tamannya? smoga banyak yg sadar klo Taman kota kaya gtu mesti dirawat ... masa kita mau ikut2an CO2 tradding hhe.....

    BalasHapus
  15. apalagi kalau diberi fasilitas free hotspot, pasti lebih bagus he he...

    BalasHapus
  16. wih bagus tamannya, tapi ini kok kayak aku udah pernah liat yaa tamannya :) *tapi dimana ya*

    BalasHapus
  17. keren tamannya mas...:) biar kotanya jg sejuk...hehe..

    BalasHapus
  18. tamannya menjadi Lebih indah, tapi sayangnya harus mengorbankan banyak orang. yakni warga masyarakat harus mereLakan huniannya untuk dijadikan fasiLitas umum, jika memang kompensasi yang diberikan adaLah ganti untung, haL itu kiranya tidak bermasaLah. tetapi kadang keironisan terjadi, adaLah kompensasi yang diberikan hanya sekedar ganti rugi.

    BalasHapus
  19. tujuan dari pemkot untuk kepentingan warganya juga, taman yang sangat indah dan asri.

    BalasHapus
  20. ayo dukung kegiatan renovasi taman ini untuk kepentingan bersama

    BalasHapus
  21. mau dikata apa
    tidak bisa melawan apa kata pemerintah dah...

    BalasHapus
  22. Kalau betul dikelola dengan baik bakal menjadi aset wisata yang bagus sekai..
    SALAM dari Kendari... ;)

    BalasHapus
  23. yang terpenting juga aspek pemeliharaannya, karena membutuhkan perhatian yang intensif dengan tambahan insentif untuk pengelolanya.. ;))

    BalasHapus
  24. aku ajak kesana dong,kawan
    salam dalam persahabatan bloger

    BalasHapus
  25. wow ada gosip tentang taman nich... mantap sob

    BalasHapus
  26. Belum ada yang Baru Sob...??? hehehehe... Ngintip ajja.... Lanjuuuuttt....!!!

    BalasHapus
  27. met malam sobat
    berkunjung nich

    BalasHapus
  28. ya...memang seperti itulah sifat kita sebagai manusia....terkadang lebih suka untuk menghancurkan, namun sulit untuk bisa menjaga....hmmmm..... :D

    BalasHapus
  29. keren banget tamannya ya

    BalasHapus