Jumat, 05 November 2010

Menjelajah Kabupaten Paser

Selama 2 hari, dari tanggal 11 sd. 12 Mei 2010 yang lalu, aku bersama kedua temanku menjelajah Kabupaten Paser. Kabupaten Paser masuk wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur yang letaknya di ujung selatan dan berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk bisa sampai kesana dari Kota Samarinda, yang merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Timur dibutuhkan waktu +/- 8 jam perjalanan darat (plus laut) dengan terlebih dahulu melewati 2 kabupaten / kota yang lain, yaitu Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Hmm…cukup lama juga ya dan pastinya melelahkan bagi mereka yang tidak terbiasa dengan perjalanan jauh ini.

Penjelajahan kali ini berkenaan dengan kegiatan monitoring kepegawaian yang diadakan oleh instansi tempat aku bekerja. Kebetulan aku dan temanku dapat giliran jadwal monitoring di Kabupaten Paser. Namun, bukanlah kegiatan monitoringnya yang akan aku ceritakan, melainkan sisi-sisi lain yang kuanggap menarik dan berkesan selama dalam perjalanan hingga sampai ke lokasi tujuan dan akhirnya balik lagi ke Kota Samarinda. Dan sisi-sisi lain itu adalah sebagai berikut :

Suasana Kab. Paser pada pagi hari
Taman di tepian Sungai Kandilo
Bangunan penghias Kota Tanah Grogot
Plaza Kandilo, Tanah Grogot
Taman Bunga Putri Shaleha
  • Tertahan lama di Pelabuhan Kariangau Balikpapan. Antrian kendaraan yang akan masuk ke Kapal Motor Fery begitu mengular. Alhasil, perjalanan yang tadinya diprediksi bisa tiba tepat waktu di lokasi tujuan, ternyata molor beberapa jam dari yang direncanakan.
  • Di dalam fery, melihat berbagai gelagat dan tingkah polah dari para penumpang. Nampak jelas, raut kelelahan diwajah mereka. Mungkin karena pengaruh dari antrian yang cukup lama tadi. Satu hal yang paling menarik dari semua itu adalah adanya promosi penawaran barang yang dilakukan salesman dengan menggunakan pengeras suara. Si salesman berdiri berhadapan dengan penumpang sambil memperagakan barang dagangan yang dipromosikan. Sungguh kreatif, tapi kadang merasa iba juga. Apa yang mereka promosikan seperti dianggap angin lalu saja. Penumpang malah asyik dengan kegiatannya sendiri-sendiri. Ya, inilah hidup. Apapun akan dilakukan untuk tetap bertahan.
  • Sepanjang perjalanan dari Kabupaten Penajam Paser Utara ke Kabupaten Paser disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan sekaligus memprihatinkan. Menakjubkan karena pada awal-awal perjalanan, hutan lebat yang selama ini menjadi kekuatan utama Pulau Kalimantan tampak masih berdiri dengan kokoh. Namun makin kesananya, sungguh memprihatinkan. Penggundulan makin marak saja sepertinya. Entah berapa lama lagi hutan-hutan itu akan bisa bertahan dari rongrongan kerakusan manusia.
  • Hamparan kebun kelapa sawit disepanjang kiri kanan sisi jalan tampak mendominasi. Kebun kelapa sawit ini sekarang sedang naik daun dan menjadi komiditi andalan Provinsi Kalimantan Timur setelah sektor kehutanan kolaps. Entahlah, apakah pembukaan perkebunan kelapa sawit ini juga menjadi andil terhadap pengrusakan hutan. Yang jelas, masyarakat sekitar menggantungkan perekonomiannya pada sektor ini.
  • Provinsi Kalimantan Timur yang ‘katanya’ memiliki APBD yang besar dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, ternyata infrastrukturnya tidaklah sebagus yang dibayangkan. Masih banyak kerusakan jalan yang ditemui. Bahkan longsor dibeberapa titik cukup parah dan apabila tidak berhati-hati dapat mengancam keselamatan pengendara.
  • Tiba di Tanah Grogot yang menjadi ibukota Kabupaten Paser pada pukul 4 sore Waktu Indonesia Bagian Tengah. Aku dan temanku menginap di Hotel Mariola. Barulah keesokan harinya melakukan kegiatan monitoring kepegawaian tersebut. Alhamdullillah berjalan lancar dan tak ada hambatan. Karena masih ada waktu, kami sempatkan berkeliling melihat suasana Kota Tanah Grogot dan bahkan mampir juga ke pasar tradisionalnya.
  • Balik lagi ke Samarinda dengan melalui rute yang sama. Nah, sewaktu melintas di kawasan Bukit Soeharto Balikpapan pada sore harinya, ada 1 hal yang tampaknya sedikit mengundang rasa misteri. Kedua temanku melihat sosok seorang nenek yang tengah duduk di pinggir jalan di persekitaran hutan Bukit Soeharto tersebut. Temanku yang duduk dibelakang pada mobil yang kami tumpangi berkata kepadaku seperti ini : “Eh, ada nenek-nenek yang duduk dipinggir jalan. Kamu lihat enggak Fan?” Kujawab : “Enggak lihat tuh”. Memang saat itu pandanganku tertuju kearah yang lain. Lalu temanku yang satunya berkata : “Sudah, jangan dibahas sekarang”. Akhirnya temanku yang duduk dibelakang itu mengerti dan diam saja. Memang, aku sering mendengar cerita dari orang-orang bahwa kawasan tersebut cukup angker. Banyak hal-hal aneh yang sering terjadi. Dan jika melihat hal-hal aneh tersebut disarankan untuk tidak membahasnya (siapa juga yang mau membahas hal-hal seram semacam itu). Jadinya, yang aku lakukan saat itu hanyalah berdoa dengan membaca ayat kursi, surah-surah pendek Al Qur’an dan tentu saja memohon perlindungan Allah SWT untuk dihindarkan dari hal-hal ngeri tersebut.
Nah, itulah hal-hal yang aku alami sepanjang perjalanan menjelajah Kabupaten Paser. Memang sepertinya tidak penting untuk diceritakan. Tapi aku ingin suatu saat, ketika aku membaca tulisan ini lagi pada beberapa tahun yang akan datang (Insya Allah jika dipanjangkan umur), aku bisa menertawakan kenaifan yang aku lakukan dimasa silam.

24 komentar:

  1. wah,,,enak ya skalian dinas skalian jalan2...
    aku juga suka tuh kalo dinas kaya gitu...hehehehe

    BalasHapus
  2. syukur mas kl tugasnya berjalan lancar tanpa kendala yg berarti...senengnya, bertugas sambil jalan2 melihat keadaan sekitarnya...

    bener2 sedih dng keadaan indonesia saat2 ini..miris..terbukti dng adanya penggundulan hutan yg menyebabkan longsor, juga dengan infrastruktur yg ga bagus...apbd nya diapain ya...? hehehe...

    alam ngasi yg terbaik, tp ga dirawat..duh..

    BalasHapus
  3. ikut mas kalo jalan2 lage
    hahahahy

    BalasHapus
  4. kunjungan perdana nih, salam kenal.. tulisannya bagus-bagus..

    BalasHapus
  5. salam sahabat...
    enak juga ya dinas sambil jalan-jalan.

    BalasHapus
  6. Ternyata di Kalimantan Timur ada juga pohon kelapa sawit ya..? Kirain adanya di Sumatra aja.. hehehe

    BalasHapus
  7. Bukit Soeharto.. mengapa angker ya..? Tidak ada fotonya ya..? Penasaran nih.... hehehe

    BalasHapus
  8. wah senengnya bisa menjelajah sampai kesana.
    iya, tulisah bisa menjadikan kenang-kenangan, dan juga bisa mengingatkan pada kejadian tersebut.
    Bali Villas Bali Villa

    BalasHapus
  9. Banyak hal tak menyenangkan itu sudah biasa di negri ini, dan anda memantau semua dan menceritakannya kepada kita. terimakasih

    BalasHapus
  10. gemas klau lihat hutan2 habis dijadiin kebon kelapa sawit....seandainya seluruh org kalimantan bersatu tuk menjaga hutan2nya seperti saat mereka bersatu di kerusuhan sampit dulu, pasti org2 yg tak bertanggung jawab gak berani babatin hutan disana :)

    BalasHapus
  11. seneng bisa jalan2 tapi dibayari kantor hehehe

    BalasHapus
  12. Asyik sekali jalan-jalannya, suatu saat pasti ada perasaan ingin kembali lagi kesana,,
    Dunia ini benar-benar luas ya mas Ifan, masi banyak belahan bumi lainnya yg pasti menakjubkan,,

    salam hangat,,

    BalasHapus
  13. yaaaaaaaa ampuuun ini kamu lagi nyeritain kondisi kampungku... hahahaha.. kok gag ada foto sungai kandilo..?

    BalasHapus
  14. Wah asiknya bisa jalan2 menyisir satu kabupaten hhe.. berarti gak terlalu luas ya sob.. klo bisa ditempuh 8 jam hhe...... thnx udah mau dshare Sob.. ya biarpun aku gak pernah kesana senggaknya aku bisa ng'liat fotonya hhe... Happy blogging n met aktivitas.. :P

    BalasHapus
  15. tahun 2007, saya pernah ke Samarinda pelatihan DBD cuman 2 hari, selebihnya belum sempat jalan-jalan keliling kota.
    Kapan ya bisa lagi ke kota yang sejuk di tengah bentangan sungai yang besar itu...

    BalasHapus
  16. salam sahabat
    berkunjung mo cari info terbaru dari blog sobat.
    terima kasih

    BalasHapus
  17. Jernih kang fotonya.
    Selamat hari pahlawan.
    Salam Untuk Bung TOMO tentunya

    BalasHapus
  18. Memang sektor Perkebunan merupakan sektor yg bisa memberikan kontribusi besar bagi PAD, tapi kalau harus dg membabat hutan perawan bukankah itu sama saja menghancurkan keanekaragaman hayati didalamnya...? flora dan fauna yang menggantungkan hidup di ekosistim tsb menjadi punah dan berganti dengan komunitas baru yg kadang malah merugikan.....

    BalasHapus
  19. waaaah tanah grogot ada juga di kalimantan ya
    aku cuma pernah denger yang di jakarta aja.

    semoga hutan kalimantan dapat tumbuh kembali dan dijauhkan dari tangan2 rakus penebang hutan

    BalasHapus
  20. sori baru sempat berkunjung bro, laptop sedang rusak, ini bw dari warnet

    BalasHapus
  21. tempat yang sejuk, kawan...
    beda sekali dengan kota2 besar..
    kapan ya semua kota di negeri kita seperti di kalimantan ini?

    BalasHapus
  22. perjaLanan panjang menyusuri kota memang sesuatu aktifitas yang mengasyikan, tetapi di baLi itu rupanya kota tersebut sedang mengaLamai suatu kondisi yang memprihatinkan biLa tidak disikapi dengan baik. akan terjadi dampak buruk akibat priLaku pembaLakan Liar dan kurang tegasnya pihak-pihak terkait daLam menyikapi kondisi ini.

    BalasHapus