Minggu, 13 Maret 2011

Diklat Di Kalimantan Selatan


Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, dituntut untuk bisa menyelesaikannya dengan sebaik mungkin. Untuk itulah, penting bagi setiap pekerja memiliki keterampilan dan kemahiran sebagai bekal  menyelesaikan pekerjaan tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemahiran dan keterampilan adalah dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). Biasanya diklat dilaksanakan oleh badan atau lembaga yang memang berkompeten dibidangnya.

Itu juga yang harus aku lakukan agar keterampilan dan kemahiran dalam menangani sebuah pekerjaan semakin meningkat. Alhasil, ketika ada panggilan diklat, aku menjadi orang yang direkomendasikan oleh instansi tempat aku bekerja untuk mengikutinya. Padahal sebenarnya aku merasa enggan mengikutinya. Selain jaraknya yang jauh, juga karena aku adalah orang yang pemalu. Sebagai seorang pemalu tentu perlu waktu untuk beradaptasi dengan orang dan lingkungan yang baru. Tapi apa daya, aku harus tetap mengikutinya. Ini dikarenakan teman-teman di ruanganku semuanya telah mengikuti diklat tersebut. Tinggal aku saja yang belum. Jadi, tidak ada alasan lagi buat diriku untuk menghindar.

Peserta Diklat Kepegawaian Se Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur

Diklat yang aku ikuti ini adalah Diklat Manajemen Kepegawaian. Dilaksanakan selama 10 hari kemarin di provinsi tetangga, yaitu tepatnya di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan dari tanggal 16 sd 25 Pebruari 2011. Untuk kesana aku menggunakan transportasi bis. Tepatnya, dari Terminal Samarinda Seberang, aku bertolak sekitar pukul 16.00 wita dan akhirnya sampai ke tempat tujuan pagi harinya sekitar pukul 8.00 wita.

KOTA-KOTA DI KALIMANTAN SELATAN

Menginjakkan kaki di Provinsi Kalimantan Selatan adalah yang ketiga kalinya. Pertama pada waktu Prajabatan sekitar bulan Mei Tahun 2007. Kedua, sekitar bulan September 2008 bertepatan dengan bulan puasa sewaktu mengantar berkas kepegawaian ke BKN Regional VIII Banjarmasin. Dan yang ketiga ini adalah sewaktu mengikuti Diklat Manajemen Kepegawaian.

Perjalanan menuju Balai Diklat di Banjarbaru harus melewati beberapa kabupaten,  antara lain Tanjung, Barabai, Kandangan, Martapura dan lain sebagainya. Jarak antar kabupaten satu dengan kabupaten lainnya tidak terlalu jauh. Beda sekali dengan di Kalimantan Timur dimana jarak antar kabupaten sangat berjauhan sehingga kadang untuk menempuhnya harus menggunakan pesawat.

Provinsi Kalimantan Selatan adalah provinsi yang lumayan agamis. Disana banyak berdiri pesantren dan juga banyak ulama handal yang dihasilkan. Aku teringat sewaktu prajabatan, ketika melewati Kota Martapura, ramai pemuda pemudinya yang berpakaian muslim bersepeda  menuju majelis-majelis taklim. Mereka giat menuntut ilmu agama untuk kehidupan akherat.

Pemandangan ini sungguh berbeda dengan yang ada di Banjarmasin sebagai ibukotanya. Banjarmasin yang aku lihat telah menjelma menjadi kota modern dengan kehidupan sosialita masyarakatnya yang mengikuti trend perkembangan jaman sebagaimana kota-kota besar lainnya di Indonesia. Bahkan, ketika berkunjung ke mall terbesar disana, yaitu Duta Mall, aku bisa menyaksikan anak-anak mudanya sangat fashionable dalam berpakaian.

SEWAKTU DISANA

Sewaktu disana tidak banyak yang aku lakukan. Seingatku hanya 3 kota saja yang benar-benar aku jelajahi. Pertama adalah Martapura. Di Kota Martapura ini, tepatnya selesai kegiatan prajabatan, aku menemani temanku membeli batu-batuan alam. Memang, Martapura terkenal sebagai kota penghasil intan sehingga dinamai kota berintan. Tetapi temanku tidak membeli intan yang mahal itu lho. Ia hanya membeli batu-batu hias biasa untuk oleh-oleh. Selanjutnya, kunjungan kedua ke kota ini adalah pada sekitar September 2008 bertepatan dengan bulan puasa sewaktu mengantar berkas Kepegawaian ke BKN. Sehabis dari BKN, aku bersama temanku menyempatkan diri untuk sholat zuhur di Masjid terbesar di Kota Martapura ini. Aku lupa namanya. Yang pasti kami sempat tidur-tiduran di lantai masjid untuk beristirahat sehabis berkeliling ke pasar tradisionalnya yang ternyata letaknya tidak jauh dari masjid. Rasanya lega bisa merasakan lantai masjid yang dingin selepas disiram terik matahari menyengat di bulan ramadhan.

Banjarbaru adalah kota yang juga aku jelalahi dengan cukup lama. Bagaimana tidak. Disinilah aku menghabiskan waktu mengikuti diklat prajabatan dan diklat manajemen kepegawaian. Disini juga BKN Regional VIII Banjarmasin bermarkas. Jadi kalau kesini, tujuan utama, kalau tidak ke balai diklat pasti ke BKN Regional. Oh ya, biasanya kalau ke Banjarbaru untuk mengantar berkas ke BKN, kami biasa menginap di Hotel Rahayu. Dan itu jugalah yang aku dan temanku lakukan pada September 2008 lalu. Dan uniknya lagi, karena bertepatan dengan bulan ramadhan, maka untuk pertama kali pula aku sahur di hotel dan tidak bersama keluarga. 

Kota lain yang tidak boleh dilewati sewaktu berkunjung ke Provinsi Kalimantan Selatan adalah Banjarmasin. Satu hari sebelum kegiatan prajabatan berlangsung, aku bersama teman-teman menyempatkan diri kesana. Dan untuk pertama kali itulah aku melihat langsung rupa Kota Banjarmasin. Sebuah kota yang menurutku menuju pada kemoderenan. Hal  itu semakin diperkuat sewaktu diklat manajemen kepegawaian kemarin, aku dan teman sekamarku kembali kesana dan mengunjungi Duta Mall, sebuah pusat perbelanjaan modern dan terbesar di Kalimantan Selatan.

DIKLAT MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

Diklat Manajemen Kepegawaian ini pesertanya adalah para pengelola kepegawaian dari instansi yang menaungi unit kerja kami dan berasal dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Pesertanya sebenarnya 30 orang. Tapi yang hadir cuma 28 orang saja. Disamping diklat manajemen kepegawaian, ada juga diklat-diklat lain yang diselenggarakan pada waktu yang sama tetapi dikhususkan untuk kalangan guru. Jadi, kalau dijumlah, di balai tersebut mungkin ada sekitar 100 orang yang lebih mengikuti diklat dengan jenis yang berbeda.


Berbicara tentang diklat manajemen kepegawaian berarti yang dibahas seputar masalah kepegawaian. Mulai dari pengangkatan CPNS, kenaikan pangkat, remunerasi, sampai pemensiunan. Narasumber diklat tersebut adalah dari kalangan widyaiswara balai sendiri sampai dengan pihak yang berkompeten yaitu BKN Regional Banjarmasin.  Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan selain diskusi dan tanya jawab, juga ada kegiatan Orientasi Lapangan (OL) ke BKN Regional Banjarmasin di Jln. Bhayangkara No. 1 Banjarbaru. Selepas dari OL, kami diharuskan membuat karya tulis berkenaan dengan topik yang kami pelajari saat kunjungan ke BKN. Nah, disaat kunjungan tersebut, kami jadi tahu banyak tentang detil pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai BKN, mulai dari penyiapan berkas, meneliti, memproses sampai dengan hasil akhirnya. Kami juga berkesempatan melihat ruangan kerja, aula pertemuan, sampai dengan perumahan pegawai yang terletak dibelakang kantor. Wah, perumahannya benar-benar asri.

Kamar tempat menginap. 1 kamar dihuni 2 orang
Keadaan asrama di lantai 3. Aku menginap di kamar 110

Selama  10 hari itu, aku direpotkan dengan gagang kacamata yang patah sewaktu berwudhu. Aku bingung mencari tempat optik untuk menggantinya. Apalagi balai diklat ini letaknya dipinggiran dari Kota Banjarbaru. Namun untunglah, teman sekamarku memiliki keluarga disini sehingga ia bisa meminjam motor dan berbaik hati mengantarkanku ke pusat kota. Dan setelah berkeliling lama, akhirnya kami hanya bisa menjumpai 1 toko optik. Di toko optik yang bernama Optik Bintang itulah aku mengganti gagang yang patah dan harus merogoh uang sekitar Rp. 225.000,-

Gedung tempat belajar peserta diklat
Kegiatan Maulid Nabi
Nasi Samin

Hal lain yang merepotkanku adalah menu makanan. Di Kalimantan Selatan ini, ikan haruan menjadi menu utamanya. Masalahnya, aku tidak bisa makan ikan itu. Jadilah aku makan dengan lauk seadanya saja. Sebagai pengganti ikan haruan tersebut, aku makan ikan asin sepat. Bentuknya kecil-kecil dan ketika digigit sangat renyah. Nah, ada juga sewaktu-waktu menu makanan yang disajikan sangat special. Ini tepatnya saat memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Menu yang disajikan kala itu adalah nasi samin plus rendang kambing. Pokoknya aku begitu lahap menyantapnya.

Oh ya, diseberang balai diklat, ada penjual buah. Sewaktu kesana, aku menemukan buah naga. Aku lalu membelinya karena penasaran sebab sampai saat ini belum pernah mencoba rasanya. Sebenarnya di Supemarket Samarinda buah naga ini juga banyak dijual. Tapi entah kenapa selalu tidak terpikir untuk membelinya. Jadi, berhubung sudah didepan mata aku beli saja. Ternyata rasanya manis dan mengeluarkan banyak air yang berwarna merah sehingga tanganku pun berlumuran dengan warna merah tersebut.

Aula di BKN

Diluar hal tersebut, banyak sesuatu yang kualami. Seperti ketakutanku apabila tidak bisa mengakses internet ternyata tidak terbukti. Disana, internet dengan mudah diakses karena pihak balai diklat menyediakan wireless gratis. Jadilah, para peserta yang membawa laptop bisa berinternet ria dengan sepuasnya. Dan itu sangat terasa manfaatnya. Didalam kelas saat pembelajaran berlangsung, ketika narasumber menyebutkan peraturan ini dan itu, maka  dengan cepat para peserta mencari peraturan tersebut di internet dan langsung mengunduhnya. Wow, betapa teknologi telah memudahkan segalanya. Sementara aku yang tidak membawa laptop cuma bisa meminjam dari peserta lain untuk mengetahui keadaan terkini dari kedua blogku tersebut. Kebetulan temanku yang berasal dari Kalimantan Timur, tepatnya dari daerah Berau yang bernama Rachmat Rosyidi juga membawa laptop. Jadi, aku bisa sekali-kali meminjamnya.

Disamping itu, aku juga sempat bertemu dengan kedua temanku yang sama-sama seruangan dengan aku di kantor pada hari selasa malam.  Mereka ada tugas ke BKN Regional VIII Banjarmasin. Alhasil, aku sempat menginap 1 malam di Hotel Rahayu dimana temanku tersebut menginap.

Pada akhirnya, kegiatan diklat manajemen kepegawaian telah terselesaikan. Selama 10 hari tersebut banyak pengetahuan yang aku perolehi, terutama sekali mengenai bahasan tentang pemensiunan yang menjadi tupoksi utama pekerjaanku di kantor. Semoga dengan semua ini, aku bisa mengambil manfaatnya.

40 komentar:

  1. diklat tuh bukannya isinya seminar dan mendengarkan yah?.. kalo saya koq bosen diminta duduk, dan mendengarkan,.. heheh..

    tapi seru juga pengalaman diklatnya, sempet nge mal, sempet ganti gagang kacamata, makan nasi samin.. penginapannya walau sederhana bersih juga ternyata.

    BalasHapus
  2. sukses untuk kegiatannya. kelihatannya oke dengan penginapan yang juga tampak bagus. apalagi peserta yang cuma duapuluhan orang, gak terlalu banyak omongkosong rasanya. sekali lagi sukses dan semoga terus naik jabatan.

    BalasHapus
  3. wah jadi ingat dengan diklat prajabatan saya beberapa bulan yang lalu, seru dan penuh kenangan he he....

    BalasHapus
  4. Kalau Widaiswaranya tidak memakai metode ceramah melulu, pasti diklatnya mengasyikkan..

    BalasHapus
  5. setelah diklat apa lagi nih? yang jauh tempatnya sekalian kaya Gaphe, kan asyik mas.

    BalasHapus
  6. tempat diklatnya asyik juga ya... :D


    makanannya juga kyk enak deh...nasi samin

    BalasHapus
  7. dapat ilmu tambahan ya setelah ikut diklat

    BalasHapus
  8. waaaah tempat diklatnya bagus amat ya

    BalasHapus
  9. wah, tambah ilmu dan pengalaman lg donk sob...smoga tambah sukses ya..

    BalasHapus
  10. semoga ilmu yang didapat bisa diamalkan dengan benar :)

    BalasHapus
  11. Tuntutan pekerjaan untuk bisa menyelesaikandengan sebaik mungkin adalah hal yang benar dan sudah menjadi tanggung jawab setiap pekerja atau buruh.

    Lalu bagaimana jika hal itu sudah kita kerjakan sesuai aturan dan tuntas, namun masih saja kita dianggap tidak becus bekerja ya.

    Hal inilah yang selama ini sering aku alami di lingkungan kerja tempatku bekerja.
    Seakan kita tiada gunanya saja rasanya.

    BalasHapus
  12. Kita berharap dan semua berharap agar diklat selalu berjalan lancar dengan sebaik-baiknya.

    BalasHapus
  13. Pak Ifan.. Asyik ya pengalaman diklatnya, selain dapat ilmu, dapat teman juga dapat sertifikat lho.. kan lumayan buat tambahan koleksi penghargaan :P

    BalasHapus
  14. wah,seru bgt.apalagi nasi samin ya.bikin ngiler..slam kenal.kalau ada waktu,kunjungi blog ane ya.http://edyirawannasution.blogspot.com

    BalasHapus
  15. sukses elalu y mas
    salam persahabatan

    BalasHapus
  16. inget waktu study tour. kita diminta utk membuat karya tulis juga. waktu itu kami ke pabrik brem. dan saya tidak ingat lagi apa yg salah tulis.... mungkin krn kami sama2 mabok brem. hahahah...

    BalasHapus
  17. pokoke wawasan dan ilmu harus diperbanyak dan diperluas.
    ayo semangaaaaat

    BalasHapus
  18. salam kenal mas,
    asli samarinda? saya dulu kuliah disamarinda

    BalasHapus
  19. gedung diklatnya bagus juga... emangnya gedung diklat itu tak ada di tiap provinsi ya..?

    BalasHapus
  20. kalau jadi... awal april ganti aku yang berangkat diklat yg memungkinkan aku akan jarang banget utk update blog dan blogwalking.

    BalasHapus
  21. asyik dong bisa 'refreshing' selama 10 hari di tempat diklat... hehehe

    BalasHapus
  22. kan setelah ikut diklat jadi punyan banyak teman baru, Om.

    BalasHapus
  23. Apakah ikan haruan rasanya kurang enak? Mama baru sekali ini dengar namanya. Pat kecil suka makan ikan asal jangan yang banyak durinya. Nasi samin lezat? Owh jadi pingin ngicip nih ^^

    BalasHapus
  24. diklat ttg budaya kerja ada tak?
    supaya budaya kerja rajin dan ga selalu ke kedai kopi

    BalasHapus
  25. Diklat selama 10hari semua di tanggung pemerintah kan mas? Asyik dong... :D
    Semoga kerjanya semakin berkualitas..
    Salam semangat!! :D

    BalasHapus
  26. terima kasih ya atas kunjungannya ke gubuk saya ;D salam kenal.

    BalasHapus
  27. masih diklat rupanya. selamat diklat yang lama deh. hehe

    BalasHapus
  28. Gmn rasa ikut diklat bro...?

    BalasHapus
  29. Meninggalkan jejak, salam kenal sobat, dan salam hangat dari Jembrana Bali

    BalasHapus
  30. ganggang kacamata yg patah Rp 225 ribu? kenapa ga beli baru saja :D

    BalasHapus
  31. met sore kalimantan..........

    BalasHapus
  32. HAlo Irfaan.. masih diklat aja nih.. hehe, saya sih yakin diklatnya udah selesai.. ayuuk update lagi donk. kira-kira tempat yang asyik di Kalimantan di mana yaa?

    BalasHapus
  33. Sori, kelebihan R.. jadi manggilnya salah.. Ifan, Maksud saya..

    Maaf yaaa #jedotin kepala sendiri ke tembok

    BalasHapus
  34. Kayaknya nasi saminnya enak, ada nggak ya jual di Riau :D

    BalasHapus
  35. subhanallah...senang banget..ketemu blog orang kalimantan..aku kalsel..tepatnya diBanjarmasin..salam kenal..mampir ya akhi..mohon kasih masukan,,baru belajar..ku ingin blogku,bisa bermanfaat..:-)

    BalasHapus