Selasa, 01 Maret 2011

Menjaga Stan Pameran

Selama sepekan, dari tanggal 2 sampai dengan 8 Pebruari 2011 di GOR SEGIRI Samarinda dihelat pagelaran KALTIM FAIR EXPO. Kegiatan Expo ini bertujuan untuk menampilkan hasil pembangunan yang telah dicapai oleh Kabupaten dan Kota se Kalimantan Timur dan juga sebagai sarana untuk mempromosikan potensi dan peluang investasi, serta produk-produk unggulan. Kegiatan semacam ini menarik banyak pihak untuk ikut berpartisipasi. Tentu saja yang paling dominan adalah dari kalangan instansi pemerintahan kemudian diikuti oleh perusahaan swasta, lalu pengusaha kecil dan menengah.

Pameran ini sendiri telah dibuka secara resmi pada Rabu, 2 Pebruari 2011 di Halaman Parkir GOR SEGIRI Samarinda sekitar jam 16.00 wita oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur. Dalam pembukaan tersebut ditampilkan tarian japin khas suku Kutai. Juga ditampilkan fashion show dengan mengangkat tema Sarung Samarinda sebagai bahan dasar dari pembuatan pakaian yang diperagakan. Masyarakat yang menyaksikannya pun tidak kalah antusias. Mereka tidak beranjak sampai acara usai. Pokoknya seru dan meriah.

persembahan tarian zapin khas suku melayu kutai pada acara pembukaan

Nah, berhubung peserta dari kegiatan Pameran Expo ini didominasi oleh instansi pemerintah, maka instansi tempat aku bekerja pun tidak mau ketinggalan. Tentu keikusertaan ini bukan hanya untuk sekedar memeriahkan. Ada visi dan misi yang diusung. Utamanya adalah memberikan informasi yang jelas mengenai layanan-layanan kemasyarakatan yang menjadi tupoksi dari instansiku tersebut, mulai dari prosedur, persyaratan yang dibutuhkan, hingga proses akhir. Dengan kata lain, semuanya itu bermuara untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tentu saja, agar masyarakat semakin transparan mengenai pelayanan prima tersebut, disediakan berbagai macam brosur, leaflet, dan majalah yang bisa dibawa pulang oleh mereka yang memang membutuhkannya.

 fashion show yang mengusung tema sarung samarinda

Dalam setiap kegiatan pameran, pastilah harus ada yang bertugas menjaga stan. Nah, pada pameran kali ini, instansiku menunjuk beberapa orang yang bertugas untuk hal itu. Dan entah kenapa, aku pun juga terpilih. Rasanya tidak percaya. Seumur-umur aku tidak pernah berkecimpung dengan hal ini. Maklum, aku adalah pribadi yang pemalu sehingga kadang malas untuk ikut hal-hal seperti itu dan cenderung ingin menghindarinya. Tapi, apa hendak dikata? Peraturan mengharuskan bahwa setiap ruangan harus menunjuk 1 orang untuk bertugas menjadi penjaga stan. Dan entah kenapa juga, di ruanganku, menunjuk aku untuk mewakilinya. Alhasil, aku tidak dapat menolaknya dan mau  tidak mau harus menerimanya. Apalagi ada SK yang menguatkan tentang penunjukan itu.

 stan yang memamerkan dan menjual kerajinan manik-manik khas suku dayak kaltim

Oh ya, menjaga stan pameran ini dilakukan secara bergiliran. Aku dapat giliran hari Sabtu, 5 Pebruari 2011 dari pukul 15.00 sd. 22.00 wita dan juga hari Senin, 7 Pebruari 2011 dari pukul 9.30 sd. 15.00 wita. Jumlah yang menjaga stan setiap gilirannya terdiri dari 3 sampai 4 orang. Dan pada hari pertama pembukaan, semua penjaga stan diharuskan untuk hadir. Kehadiran semua penjaga stan tentu tidak sia-sia karena Wakil Gubernur Kalimantan Timur beserta jajarannya menyempatkan diri untuk mengunjungi stand instansiku tersebut. Jadilah kami berbaris rapi menyambut kedatangannya. Apalagi pada kesempatan itu kami semua mengenakan pakaian batik khas Kaltim yang bermotif ukiran Suku Dayak. Hmm....benar-benar seragam.

foto bersama teman-teman penjaga stan pameran

Menjadi penjaga stan pameran adalah merupakan pengalaman pertama. Jadi wajar jika ini membuatku gugup. Apalagi jika ada pengunjung yang bertanya ini dan itu, lalu aku tidak dapat menjelaskannya dengan benar, tentu akan menjadi insiden yang memalukan. Jadi, daripada mencemaskan hal tersebut, aku hanya berdoa untuk kelancaran kegiatan tersebut. Dan Alhamdullillah, selama giliranku menjaga stan pameran, semuanya berjalan lancar. Kalaupun ada sedikit kesalahan, kuanggap itu sebagai suatu hal biasa untuk selanjutnya dijadikan pembelajaran.

18 komentar:

  1. wow!!!
    kaltim expo nya nampak seru...
    tapi kok jauh banget...
    hehehe,,,,
    wah wah wah,,, selamat berkarya dan bersemangat terus yah ^___^

    BalasHapus
  2. asik juga ya dpt pengalaman spt itu

    BalasHapus
  3. tentu yang paling berat adalah dapat giliran malam, tapi kan demi tugas gak boleh ngantuk he he...

    BalasHapus
  4. Good job..mas,
    awal yang baik, tentunya pengalaman melayani masyarakat/costumer di luar keseharian pekerjaan kita akan memperluas wawasan kita tentang teknik "menjual diri". Semaoga di tahun2 mendatang gantian mas yang berkunjung ke stan2 sebagai tamu yg terhormat....sip...siip....

    BalasHapus
  5. Aku juga pernah menjadi penjaga stan pameran... beberapa tahun yg lalu... ^_^

    BalasHapus
  6. Jadi sekarang punya pengalaman baru sbg penjaga stan pameran ya..? Lumayan sbg refreshing dari rutinitas kegiatan sehari2

    BalasHapus
  7. wahhhh lumayan tuh bisa sambil liat yg bening2.. heheheeh.. pasti jadi nambah banyak hal baru... di tengah2 banyaknya orang lalu lalang.. dst dsb dll :p

    BalasHapus
  8. kunjungan balasan
    semoga lancar dan sukses acaranya

    BalasHapus
  9. sungguh pengalaman yang menarik
    waaah acara nya meriah neh

    BalasHapus
  10. pengalaman pertama, besok lagi dan lagi. sip lah

    BalasHapus
  11. seru bange yah jaga pamerannya... bisa menjaga dan melestarikan kasanah budaya bangsa juga *duh, bahasanya putri indonesia banget.

    yang foto paling bawah cakep-cakep tuh.. mirip sama pelayan kawinan di kampung. heheheh

    BalasHapus
  12. bajunya seragam ama wakil gubernur kaltim, mas? waduh. pasti pesennya di tailor yg sama. (tailor apaan sih?)

    BalasHapus
  13. pengunjungnya diliatin juga dong pak biar beneran tampak meriah. :D

    eh stan itu bukannya ditulis stand, bukan stan.. ?

    BalasHapus
  14. jga stand waktu pameran itu asyik kok bro, terutama tuk meningkatkan cara kita berkomunikasi dgn org lain, selain itu bisa jd ajang cari jodoh wkwkwkwkw sukses deh buat acaranya :) btw batik khas kaltim gak ada jualan onlinenya ye?

    BalasHapus
  15. pakaian batik khas Kaltim yang bermotif ukiran Suku Dayak itu bagus lho Om...

    BalasHapus
  16. Shasa pernah diajak ibu lihat pameran yg spt itu.

    BalasHapus
  17. masih menjaga stand? :D

    BalasHapus