Minggu, 06 Maret 2011

Saat Sakaratul Maut

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1432 H diadakan di instansi tempat aku bekerja pada Kamis, 3 Maret 2011. Menjadi penceramah pada peringatan tersebut adalah KH Junaidi Maksum. Beliau adalah pengasuh pondok pesantren di Samarinda Seberang. Ceramah yang beliau paparkan pada umumnya sama dengan ceramah-ceramah lain yang sering kita dengarkan setiap peringatan Maulid berlangsung. Utamanya pastilah tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW, akhlak dan budi pekerti, sejarah tentang perjuangan menyebarkan agama islam hingga proses saat nabi menghadapi sakaratul maut. 

Nah, proses sakaratul maut itulah yang memberikan kesan mendalam pada ceramah kali ini. Beliau memaparkan bahwa Nabi Muhammad SAW meninggal dunia pada usia 63 tahun. Jadi, mahfum kalau umur rata-rata dari umat Nabi Muhammad SAW berkisar diantara itu. Ya, paling tidak diantara 60 sampai dengan 80 tahun. Lalu, pertanyaannya adalah apakah dengan kisaran umur seitu kita telah mempersiapkan diri menghadapi sakaratul maut. Atau jangan-jangan kita malah tidak memikirkannya sama sekali. 

Untuk itulah penting bagi kita yang masih hidup di dunia ini untuk mulai dari sekarang mempersiapkan diri menjemput yang namanya ajal. Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal itu menjemput. Bisa saja tanpa disadari hari ini kita telah berada di alam lain. Dan tentu akan rugi jika pada saat ajal menjemput, kita dalam keadaan yang penuh dengan gelimang dosa. Sebab itu, beliau selaku penceramah mencoba berbagi hikmah dengan 2 nasehat yang perlu untuk direnungkan dan dijadikan pegangan saat sakaratul maut itu tiba. Dua nasehat itu adalah :
  • Ikhlas saat Malaikat Izrail ingin mencabut nyawa kita. Artinya, kita berserah diri dengan hanya menyerahkan seluruh yang ada pada diri kita kepada Allah SWT semata. Berfokuslah untuk terus mengingat Allah SWT dengan penuh keiklasan. Jangan memikirkan yang selain dari Allah. Tinggalkanlah pikiran yang mengarah pada dunia. Terlebih-lebih malah sibuk memikirkan warisan yang belum dibagikan. Itu tidak ada artinya lagi. Ikhlaskanlah semuanya dan jangan menolak sakaratul maut dengan melakukan perlawanan. Menolak hanya akan menambah penderitaan kita. Itu sebabnya banyak orang yang gelisah dengan berbalik kekiri dan kekanan saat sakaratul maut itu menjemput karena mereka melakukan perlawanan untuk menolaknya.
  • Berbaik sangka bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita. Sebagaimana yang diketahui dalam Al Qur’an bahwa Allah SWT mengikuti prasangka yang baik dari hambanya. Jadi, saat proses sakaratul maut tersebut teruslah berprasangka baik bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita. Jangan pesimis apalagi putus harapan takkala kita mengetahui bahwa dosa kita tak terhitung lagi. Allah SWT maha pengampun. Kita harus tetap optimis dengan prasangka yang baik tersebut. Tapi jangan sampai prasangka baik itu disalah artikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, karena beranggapan bahwa dengan berprasangka baik maka Allah SWT akan mengampuni dosa kita, maka kita menjadi lalai untuk sholat.
Sesungguhnya, berbicara tentang sakaratul maut ini membuatku merasa takut. Takut karena sebagai manusia biasa yang penuh dengan khilaf dan salah tentu banyak dosa yang sering kulakukan. Jujur saja, belum banyak amal ibadah untuk persiapan menghadapi kehidupan akhirat. Yang ada malah sering terlena dengan kehidupan duniawi sehingga kehidupan akhirat jadi terabaikan. Duh, sampai kapan semua ini dapat kuakhiri. Aku tidak ingin terus begini. Aku ingin kelak jika kembali kepada Allah SWT dalam keadaan bersih. Oleh karena itu ya Allah, bimbinglah hambamu yang lemah ini untuk mampu memperbaiki diri menjadi seorang yang taat kepada-Mu hingga saat sakaratul mau itu menjemputku, aku telah siap dengan segenap jiwaku untuk menghadap ke haribaan-Mu. Amin Ya Rabbal Alamin.

17 komentar:

  1. saya takut menghadapi sakaratul maut, saya setuju dgn point kedua, yakni berbaik sangka kepada Allah

    BalasHapus
  2. Hemmm...
    Meski aku masih takut dengan Sakratul maut, tapi mau gak mau dia pasti datang! tak ada yang bisa menundanya walau sesaat.. :D

    BalasHapus
  3. Yang kita mohon dalam hal ini hanyalah khusnul khatimah dan dimudahkan dalam menghadapinya. Amiin

    BalasHapus
  4. Membaca tulisan di atas telah mengingatkanku utk memperbaiki diri lagi... shg saat sakratul maut datang aku sudah siap.

    BalasHapus
  5. Berprasangka baik kepada Allah itu penting... dan harus kita lakukan dalam berbagai kondisi.
    Makasih ya utk sharingnya.

    BalasHapus
  6. Ngomongin maut..? Serem ah Om.... :(

    BalasHapus
  7. Iya sih... semua orang bakalan mati, tapi... jangan sekarang deh.

    BalasHapus
  8. kalo ngomongin yang beginian rasa takur suka muncul.. semoga kira selalu siap mengahadapi sakratul maut yang kita gak tahu kpan akan datangnya..

    BalasHapus
  9. ikhlas..kudu selalu tertanam dalam hati

    BalasHapus
  10. harus banyak-banyak mendekatkan diri pada-Nya lebih giat lagi... ini juga terutama tuk saya pribadi :(

    BalasHapus
  11. kemarin saya juga muludan dan penceramahnya bagus semua. di depan kepala desa pak kyai mengantarkan materi tentang buruknya umat karena buruknya umaro (pemimpin) dan buruknya umaro karena buruknya ulama. kalo lagi ketemu yang bagus begini seakan saya tidak lagi cemas dengan masa depan agama.

    BalasHapus
  12. saya merasa takut membaca ini saya merasa masih banyak dosa di hidup ini

    BalasHapus
  13. semoga kita semua dimudahkan dan dilapangkan jalan oleh ALLAH SWT

    BalasHapus
  14. maut memang pasti datang, tinggal menunggu giliran ya mas ....
    tapi saat baca tentang perjalan ruh menuju Allah betapa menakutkan, udah baca mas, coba posting barunya tentang itu, pasti tambah menarik. kita tunggu
    ....................
    salam kenal mas
    mohon doa dan bantuannya di
    http://bchree.wordpress.com/2011/03/09/mohon-do%E2%80%99a-dan-bantuannya/
    jazakumullah

    BalasHapus
  15. Baru besuk teman yang sakit dan sedang menghadapi sakratul maut... tulisan ini membantu saya memahami apa yang sedang terjadi pada saat itu... terima kasih :)

    Satu lagi lagu diblog ini lagu siapa ya???

    BalasHapus
  16. Anonim : Lagu di blog ini judulnya Insyaallah. Penyanyinya Maher Zain. Kamu bisa download di http://ifanjayadi.blogspot.com/2011/01/insya-allah.html

    BalasHapus