Jumat, 20 Mei 2011

Kuliah Di Universitas Terbuka


Beberapa hari lalu, aku harus sedikit memeras otak untuk mengerjakan soal-soal ujian Universitas Terbuka (UT) dengan format pilihan ganda. Lumayan melelahkan juga karena hampir seharian aku berkutat dengan soal-soal ujian tersebut. Maklum saja, pada semester ini aku mengambil delapan mata kuliah. Delapan mata kuliah itu kemudian kupecah menjadi 4 mata kuliah yang selanjutnya diujikan dalam 2 kali pertemuan, yaitu pada pertemuan pertama tanggal 8 Mei 2011 dan pertemuan kedua tanggal 15 Mei 2011.

Sabtu, 14 Mei 2011

Cireng

Dalam satu bulan terakhir ini, saat melintas di jalan KH. Ahmad Dahlan Samarinda, tepatnya diluar pintu gerbang SMPN 2, pandangan mataku selalu tertuju kepada sebuah rombong gerobak. Rombong gerobak tersebut warnanya merah mencolok sehingga menjadikannya mudah dikenali saat seseorang melintas disitu. Penasaran dengan hal itu, aku lalu berhenti dan hendak mengetahui apa yang sebenarnya ada dalam rombong gerobak. Setelah diselidiki, ternyata dalam rombong gerobak tersebut berisi penganan ringan yang bernama cireng. Penjualnya adalah seorang bapak yang jika berbicara sangat kental logat sundanya. 

Minggu, 08 Mei 2011

Film Animasi 4 Dimensi




Dulu waktu ke Ancol, aku pernah sangat ingin memasuki wahana yang memutar pertunjukan film animasi 4 dimensi. Namun berhubung saat itu waktu yang ada sangat mepet, terpaksalah aku hanya bisa memendam keinginan tersebut. Sebenarnya ada perasaan kecewa karena telah melewatkan kesempatan yang langka tersebut dimana aku berpikir bahwa belum tentu aku bisa menemukan kesempatan itu lagi. Tapi, aku menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih penting yang harus dikerjakan ketimbang memenuhi keinginan yang hanya timbul sesaat. 

Minggu, 01 Mei 2011

Sejarah Motorku


Tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya motor inilah motor pertama yang aku miliki dan masih tetap setia aku kendarai hingga kini. Motor itu adalah motor Suzuki Smash Type FK 110 SCD dengan tahun pembuatan 2008. Ia aku beli pada tanggal 16 April 2008 secara kredit selama 2 tahun (23 bulan) dengan cicilan perbulan Rp. 751.000,-. Uang mukanya pada waktu itu Rp. 500.000,-. Untuk membayar cicilan tersebut, aku terpaksa patungan dengan kakakku. Jadilah, setiap bulannya aku harus menyisihkan setengah dari gaji yang aku terima.