Minggu, 01 Mei 2011

Sejarah Motorku


Tidak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya motor inilah motor pertama yang aku miliki dan masih tetap setia aku kendarai hingga kini. Motor itu adalah motor Suzuki Smash Type FK 110 SCD dengan tahun pembuatan 2008. Ia aku beli pada tanggal 16 April 2008 secara kredit selama 2 tahun (23 bulan) dengan cicilan perbulan Rp. 751.000,-. Uang mukanya pada waktu itu Rp. 500.000,-. Untuk membayar cicilan tersebut, aku terpaksa patungan dengan kakakku. Jadilah, setiap bulannya aku harus menyisihkan setengah dari gaji yang aku terima.

Awal sejarah memiliki motor tersebut adalah secara tidak sengaja. Didahului oleh telah bekerjanya aku pada suatu kantor di intansi pemerintah. Untuk sampai kesana dari rumah, aku biasanya hanya berjalan kaki. Meskipun sebenarnya jarak antara rumah dan kantor tidak terlalu jauh, tapi lama-kelamaan rasanya lelah juga. Akhirnya terus kepikiran diotak ini bahwa suatu saat aku juga harus memiliki motor untuk mempermudah aktivitasku agar bisa kemana-mana.

Untuk mewujudkan hal itu tidak mudah. Ini dikarenakan bahwa aku belum bisa mengendarai motor. Mungkin terdengar agak memalukan. Tapi itulah faktanya. Dari sekolah sampai lulus kuliah, aku kalau hendak kemana-mana yang tujuannya jauh, selalu mengandalkan angkot atau biasanya nebeng ikut kendaraan teman. Tentu ketidakbisaanku itu sangat membatasi mobilitas sehingga perkembangan hidupku ini rasanya stagnan, hanya dari sini dan sini saja. Kadang ada rasa menyesal juga kenapa tidak dari dulu aku belajar mengendarai motor. Tapi begitulah, penyesalan datangnya selalu terlambat.


Sebenarnya sudah lama aku ingin bisa seperti orang lain yang mahir mengendarai motor. Tapi keinginan untuk belajar mengendarainya terhalang oleh keberanian diri yang rapuh. Hingga pada akhirnya keadaan itu memaksaku untuk mengubah segalanya. Dan pengubahan itu dimulai saat aku bekerja. Mau tidak mau aku harus menekadkan diri untuk melepaskan label dari seorang yang tidak bisa mengendarai motor menjadi seorang yang bisa.

Bermodal sedikit keberanian dan juga motor butut hitam milik kakakku, aku berlatih mengendarainya. Latihan tersebut aku lakukan di Stadion Segiri Samarinda. Sehabis sholat subuh, aku langsung kesana ditemani oleh bapakku yang menjadi instrukturnya. Harus kuakui, awalnya berat untuk bisa, terutama yang menyangkut soal keseimbangan. Belum lagi aku harus direpotkan saat pergantian gigi satu ke gigi berikutnya. Tapi dengan keinginan yang kuat, aku berusaha untuk sabar dan tidak mudah menyerah. Dan, setelah sekian waktu belajar, aku akhirnya bisa juga mengendarai motor. Aku lalu meningkatkan kemampuan dengan mencoba mengendarai motor tersebut tidak hanya di seputar Stadion Segiri saja tapi juga mulai merambah keluar dengan mengelilingi jalan protokol di Samarinda.

Setelah dirasa cukup bisa, aku lalu memutuskan membeli motor Suzuki Smash. Senangnya tak terkira. Ia kini telah menjadi bagian dari kehidupanku. Meski sering lecet karena beberapa kali terjatuh, tapi sampai sekarang ia tetap berdiri kokoh dan terus membantu untuk mengantarkanku kemana-mana. Entah sampai kapan ia akan bertahan. Pokoknya, selama ia masih bisa melaju, maka selama itu juga ia akan terus menemani hari-hariku. Paling tidak, ia akan menjadi sejarah yang tak pernah kulupakan sebagai motor pertama yang aku miliki.

16 komentar:

  1. pagi mas
    motor yang bagus itu mas
    harus dirawat dengan sebaik-baiknya

    semoga sukses selalu ya

    BalasHapus
  2. Pasti bangga mengendarai kendaraan yang diperoleh dari kerja keringat sendiri :)
    Selamat berakhir pekan, Sahabat...
    Izin follow y Sob

    BalasHapus
  3. nah sekaran gdah bisa jalan2 dong ya.

    BalasHapus
  4. gw sampe detik ini gak bisa bawa motor, takutttt.....

    BalasHapus
  5. wah, hampir sama dengan motor saya, cuma warnanya saja yang beda he he...

    BalasHapus
  6. biasanya kalo di kampung saya pada seneng beli yang merk honda, katanya kalo dijual lagi harganya gak jatuh banget. selamatlah, kelihatannya masih bagus.

    BalasHapus
  7. assalamu'alaikum...
    wah saya juga ditawari teman motor SMASH...
    tapi tahun 2006...
    kira2 berapa ya Mas... dia menawarkan 5juta

    BalasHapus
  8. Selamat Sore mas...ditunggu update postnya y :))

    BalasHapus
  9. motor pertamaku tahun 98 dan masih segar bugar mpe sekarang. dah 11 tahun. honda black astrea.
    harus dirawat sebaik mungkin, karena ga sanggup untuk beli baru

    BalasHapus
  10. met malam kalimantan...
    semoga motor ini berumur panjang
    harus dirawat, diservis terus

    BalasHapus
  11. wah klo saya ga pernah ngerawat motor mas, hehe.. salam kenal...

    BalasHapus
  12. ya Mas..sayapun pernah punya motor dengan cara cicilan seperti itu, yang penting rajin dan telaten merawatnya.
    SALAM... 8)

    BalasHapus
  13. wah motor penuh kenangan sperti motorku honda c76 yg kini menjadi penghuni garasi hehe, btw motor itu jg punya jiwa dalam arti satu hati dgn yg punya, so nikmati n rawatlah dia spt istri kedua hehe

    BalasHapus
  14. siang tadi baru selesai memperbaiki motorku
    supaya terawat dan bisa dipakai puluhan tahun

    BalasHapus