Senin, 01 Agustus 2011

Keripik Singkong Karuhun

Beberapa bulan belakangan ini di kota tempat aku tinggal, yatu Kota Samarinda sedang ngetrend dengan yang namanya Mie Goreng Pedas Mampus. Banyak orang yang menyukai makanan ini karena rasanya yang benar-benar pedas. Bahkan rasa pedasnya ini dibagi menjadi tiga level, yaitu 1, 2 dan 3. Penasaran dengan makanan tersebut, maka aku dan saudara-saudaraku mencoba mencicipinya dari berbagai level. Dan benar saja, aku menjadi mampus dibuatnya. Seketika hidungku mengeluarkan lendir karena tidak kuat menahan rasa pedasnya. Padahal aku baru mencicipi yang level 1 lho, tapi rasanya begitu mengerikan. Apalagi yang level 2 dan 3, pasti akan membuat perut mules tak tertahankan.

Kalau menurut lidahku, sebenarnya makanan ini tidaklah terlalu istimewa. Ia hanya dibuat dari mie goreng instant yang dicampur dengan cabai merah atau rawit yang diblender. Penyajiannya pun biasa saja, yaitu hanya ditambah bawang goreng dan telor mata sapi. Harga per porsinya adalah Rp. 10.000,-. Mungkin kemenangannya hanya dari rasa pedasnya saja yang memang benar-benar nendang. Bisa jadi juga karena warung tempat menjual mie goreng pedang mampus ini letaknya strategis, yaitu di bilangan jalan Agus Salim yang merupakan salah satu jalan protokol di Kota Samarinda. Sudah barang tentu tempat yang strategis menjadi tempat yang nyaman pula bagi para ABG untuk kongkow-kongkow. Terbukti yang menjadi pengunjung terbanyak adalah remaja, mulai dari anak SMP sampai dengan yang kuliahan.
 

Ternyata tidak hanya mie goreng saja yang rasanya pedas mampus, tetapi keripik singkong pun ada juga lho yang rasanya seperti itu. Ceritanya 3 hari yang lalu, adikku membawa keripik singkong dari Bandung. Ia berpromosi bahwa keripik tersebut rasanya benar-benar pedas. Aku dan saudara-saudaraku yang lain menjadi penasaran dan langsung mencobanya. Wow, ternyata memang benar-benar pedas mampus. Baru pertama kali ini aku merasakan keripik singkong dengan rasa cabai yang menggigit lidah. Aku pribadi tidak kuat menahan rasa pedasnya. Tetapi selalu ada dorongan untuk terus mencicipinya. Alhasil aku sediakan air es sebanyak-banyaknya untuk mengusir rasa pedas tersebut.

Keripik singkong ini tidak hanya sekedar pedas. Ada rasa lain yang membuatnya menjadi enak disamping juga teksturnya yang renyah ketika digigit di mulut. Dan rasa enak tersebut berasal dari aroma daun jeruk purut. Paduan antara rasa pedas dan aroma daun jeruk purut menjadikan kripik singkong ini memiliki ciri khas yang berbeda dari keripik singkong lainnya. Sehingga meski pedas sekalipun tetapi membuat lidah ini ketagihan untuk terus mencicipinya.


Keripik singkong ini bernama Keripik Singkong Karuhun. Ia berasal dari Bandung, Jawa Barat. Di Samarinda, belum ada yang menjual camilan ini. Jadi, untuk mendapatkannya harus beli di Bandung. Untuk mendapatkannya, kita harus memesannya dari seseorang yang kebetulan pergi kesana. Dan hal inilah yang dilakukan adikku dengan memesan beberapa bungkus keripik singkong tersebut kepada temannya yang berangkat ke Bandung. Aduh, kok begitu repotnya ya untuk mendapatkan keripik singkong ini.  Masa harus melalui dari tangan ke tangan. Akibatnya harganya pun jadi mahal. Buktinya harga 1 bungkus Keripik Singkong Karuhun yang sudah ada ditanganku ini harganya Rp. 20.000,- per bungkus. Tapi tidak apa-apa. Yang penting bisa merasakan nikmatnya rasa pedas dan aroma daun jeruk purut yang terbalut dalam sebuah keripik singkong.

Oh ya, berhubung hari ini adalah hari pertama puasa di bulan ramadhan tahun 1432 hijriah, maka aku pribadi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga puasa yang kita jalani memberikan pencerahan bagi kita semua untuk menjadi insan yang semakin bertakwa kepada Allah SWT. Semoga pula kita mampu menjadikan bulan ramadhan ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bekal di akhirat kelak. Dan yang terakhir pesanku sesuai dengan tema yang aku tulis hari ini adalah jangan berbuka puasa dengan keripik singkong yang pedas ini ya. Salah-salah perut bakalan mules dan ujung-ujungnya puasa menjadi terganggu.

14 komentar:

  1. Pengen coba gmn sih pedesnya mie goreng pedes mampus.., krn sy pernah coba nasi goreng super setan, tp menurut lidah padang-ku, g ada apa2nya tuh hehe...
    Timingnya pas sekali , hr pertama puasa membahas yg pedes2...

    BalasHapus
  2. ada-ada aja namanya ya. kalau makan kripik itu jadi karuhun dong hihihi

    BalasHapus
  3. jalan2 sore ketempat sahabat.... mudah2an hari ini lebih menyenangkan...

    BalasHapus
  4. wah suka nih sama yg pedes2...nyam nyam..

    BalasHapus
  5. makan mi goreng sampe mampus, gile bener. mahal harganya bikin mampus. keripik singkong pedes aku suka itu, kripik setan namanya.

    BalasHapus
  6. mau dong keripiknya,salam love,peace and gaul,duh lagunya,Maher Zein begitu menyentuh hati.

    BalasHapus
  7. membayangkan mie pedas mampus level 3, perutku mules, kok bisa ya padahal mencicipi saja tidak. terbawa cerita mungkin, eh kok saya jawan sendiri.

    salam bw

    BalasHapus
  8. kripik singkong dengan bumbu, kayaknya enak tuh

    BalasHapus
  9. puasa jangan banyak makan pedes, bagusnya yang manis

    BalasHapus
  10. Sekarang banyak banget keripik pedes, merk nya macem2. Pedesnya huaaahhhhh bikin nangis tapi bikin ketagihan ga bisa berenti makan.
    Tapi kalo yg ga kuat pedes jgn coba2 ya, ntar perutnya ga tahan ;)

    BalasHapus
  11. Keripik Karuhun emang paling mantap, rasanya khas, keripiknya basah dan aroma jeruk nipisnya bikin ketagihan.

    Klo dibandingkan dengan yang lain, Karuhun yang paling konsisten, produksinya bersih, gak pernah dapat complain, pokoknya karuhun the best lah.. :D

    BalasHapus
  12. Keripik Karuhun emang luar biasa, bisa bertahan sampai sekarang, walau tidak setenar Keripik Maicih tapi Karuhun bisa bertahan dengan ke Khasan rasa dan aromanya yang unik.

    BalasHapus