Jumat, 09 September 2011

Berlibur Di Kebun Raya Unmul Samarinda


Untuk mengisi liburan panjang saat lebaran kemarin, aku dan keluargaku mengunjungi tempat rekreasi Kebun Raya Unmul Samarinda. Tepatnya pada hari Sabtu, 3 September 2011, sekitar jam 10.00 pagi waktu indonesia bagian tengah, meluncurlah kami menuju tempat rekreasi tersebut. Kebun Raya Unmul Samarinda atau yang lebih dikenal dengan nama KRUS terletak di jalan Poros Samarinda-Bontang dan bisa ditempuh selama + 15 menit dari pusat kota. Kebun Raya ini merupakan Hutan Pendidikan dan Penelitian sekaligus tempat wisata alam bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Kalau boleh jujur, ini adalah kunjungan pertamaku ke KRUS. Tentu ini menjadi sesuatu yang menyenangkan bagiku. Tapi sebenarnya hal tersebut terdengar menyedihkan karena sebagai seorang yang tinggal di pusat kota seyogyanya memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi yang terdepan mengetahuinya. Namun pada kenyataannya, baru kali ini aku memiliki peluang untuk menjelajah tempat yang memiliki luas lahan sekitar 62 hektar. Tetapi aku tidak berkecil hati. Biarlah terlambat mengetahuinya daripada tidak sama sekali. Paling tidak jika ada seseorang yang bertanya tentang tempat wisata ini, aku bisa menjelaskannya walau hanya secara garis besar saja dengan berbekal pengalaman kunjungan yang pertama tersebut. 


Sebelum berangkat ke KRUS, pagi-pagi sekali ibuku pergi ke pasar membeli lauk-pauk untuk diolah di rumah menjadi bekal yang akan kami santap selama berpiknik disana. Sengaja bekal tersebut disiapkan dari rumah karena menurut info yang dituturkan oleh kakak perempuanku yang pernah kesana bahwa harga makanan dan minuman yang dijual di tempat tersebut sangat mahal. Ini bisa dimaklumi karena memang tempatnya yang jauh dari pusat kota sehingga tidak ada pilihan bagi pengunjung selain harus membeli dari pedagang sekitar meski harus merogoh kantong cukup dalam. Oleh karena itu, untuk menyiasatinya akan lebih baik jika membawa bekal sendiri dari rumah. Selain hemat juga lebih merasa terjamin dari segi kebersihannya. Oh ya, Untuk masuk ke KRUS ini dikenakan bayaran Rp. 5000,- per orang plus biaya parkir kendaraan. Dengan biaya sebesar itu, kita sudah dibebaskan untuk melihat segala hal yang ada di KRUS tersebut.

Tadinya aku memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap KRUS ini. Aku sudah membayangkan bahwa KRUS ini akan sama rupa dan bentuknya seperti Kebun Raya Bogor atau Kebun Binatang Ragunan yang pernah aku kunjungi beberapa tahun silam. Namun ternyata tidak demikian. KRUS ini meskipun telah dirintis sejak lama tetapi masih sangat minim dalam hal infrastruktur dan pengelolaannya. Tentu ini sangat disayangkan, tetapi setelah kupikir-pikir ulang rasanya sangat tidak fair membandingkan KRUS ini dengan Kebun Raya Bogor atau Kebun Binatang Ragunan yang telah puluhan tahun eksis dan mendapat sokongan dari berbagai pihak. 


Akhirnya meski sedikit agak kecewa, aku putuskan untuk tetap menikmatinya. Aku beserta rombongan lalu berkeliling-keliling menyusuri setiap jengkal dari KRUS ini. Hal pertama yang kami lakukan adalah menjajal beberapa fasilitas permainan yang ada. Aku pribadi mencoba arena kincir angin. Dengan membayar tiket Rp. 3000,- aku bisa menikmati arena kincir angin ini selama 4 putaran. Sebenarnya aku takut mencoba permainan ini karena ia hanya digerakkan dengan mesin genset yang kekuatannya untuk memutar ala kadarnya saja. Selain kincir angin, masih ada beberapa permainan lain yang ditawarkan seperti sepeda air yang bisa dimainkan pada sebuah danau buatan, arena balap gokart, arena memancing ikan di kolam, arena lungsuran, arena kereta api mini dan juga mandi bola. Disamping itu, ada juga jasa pemotretan dimana anak-anak bisa berfoto dengan tokoh kartun yang sering nongol di televisi seperti Upin-Ipin, Dora dan lain-lain.

Dari arena permainan, kami lalu menuju kebun binatang mini. Disebut kebun binatang mini karena memang binatangnya masih dalam jumlah terbatas dan dipelihara di dalam kurungan yang berukuran tidak terlalu besar, ada orang utan dan beruang madu yang merupakan binatang khas pulau Kalimantan, kemudian ada rusa sambar, buaya muara, ular sanca, kuda poni, monyet dan berbagai jenis burung. 


Setelah puas melihat berbagai jenis binatang, kami lalu kembali ke tempat awal. Selanjutnya tikar digelar dan bekal yang dibawa dari rumah dikeluarkan untuk dihidangkan. Tampaknya sangat menyelerakan. Apalagi waktu telah menunjukkan pukul 12.30 wita yang berarti perut berontak untuk diisi dengan makan siang. Maka segeralah kami menyantapnya. Dan sungguh makan siang kali ini sangat berkesan karena bisa berkumpul dengan anggota keluarga sehingga kebersamaan semakin akrab. Selain itu, suasana hijau pepohonan dikanan-kiri dan juga hembusan angin yang sejuk menjadikan makan siang kali sungguh nikmat.

Usai makan siang, penjelajahan kembali berlanjut. Kali ini kami menuju ke sebuah bangunan yang apabila dilihat dari kejauhan masih menjadi tanda tanya. Kami berpikir wahana apakah yang ada pada bangunan itu? Setelah didekati ternyata pada bangunan tersebut terdapat akuarium yang disusun berjejer. Tapi sayang, hanya ada beberapa akuarium yang masih menampung ikan. Selebihnya kosong melompong. Belum lagi air akuarium yang begitu kotor sehingga menyulitkan pandangan mata untuk melihat penampakan ikan. Sepertinya air dalam akuarium jarang dikuras dan dibersihkan. Tentu ini amat memprihatinkan. Susah payah membuat akuarium-akuarium tersebut tetapi tidak dirawat sehingga terkesan terlantarkan. Pengunjung pun pastilah kecewa dengan keadaan disini. 


Tidak jauh dari akuarium ikan, terdapat bangunan lain yang bentuk arsitekturnya sangat unik. Bangunan tersebut adalah Museum Kayu. Untuk masuk kesana dikenakan tiket Rp. 1000,- per orang. Di Museum Kayu ini terdapat berbagai jenis koleksi kayu khas Pulau Kalimantan. Kita sebagai orang awam dapat belajar banyak dan memperoleh pemahaman-pemahaman tentang kayu, hutan dan lingkungan hidup pada umumnya. Misalkan saja tentang Kayu Ulin yang dalam bahasa Latinnya disebut Eusideroxylon zwageri. Adalah kayu khas Kalimantan yang dikenal memiliki kekuatan prima sehingga banyak digunakan untuk bahan bangunan. Namun potensinya kini sudah mulai berkurang karena terus ditebang secara intensif, tanpa kendali sejak puluhan tahun silam, sementara upaya penanaman dan teknologi rekayasa mempercepat pertumbuhannya belum berhasil memuaskan. Dari gambaran ini, kemungkinan besar Kayu Ulin dalam tempo tak terlalu lama lagi akan menjadi langka, atau bahkan lama-kelamaan akan lenyap di Bumi Kalimantan. Oleh karena itu, kehadiran Museum Kayu ini diharapkan menguatkan tekad dan penambah semangat kita bersama untuk menyelamatkan hutan dan menjaga lingkungan hidup agar dapat berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Keseluruhan dari Museum Kayu ini sebenarnya bagus. Tetapi pastilah ada saja kekurangannya. Misalnya saja koleksi kayunya yang menurutku masih harus terus ditambah. Selain itu kebersihan ruangan pun mesti ditingkatkan agar debu-debu yang selama ini menempel pada koleksi yang ada maupun dinding-dinding langit dapat segera dihilangkan. Namun begitu, kekurangan yang ada tidak menyurutkan langkah kami untuk merekam berbagai momen dengan berfoto ria pada spot-spot yang bagus di Museum Kayu tersebut. 


Sebenarnya masih ada satu tempat lagi yang bisa dikunjungi yaitu wahana Praja Muda Karana. Di wahana ini ditujukan bagi mereka yang menyukai kehidupan bebas dengan cara berkemping di alam terbuka. Biasanya pengunjung dari wahana ini di dominasi oleh kalangan pelajar yang aktif pada ekstrakulikuler pramuka. Tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat umum pun bisa menggunakan fasilitas dari wahana ini.

Tanpa terasa hampir 4 jam kami menghabiskan waktu di KRUS. Begitu banyak kegembiraan yang didapatkan pada hari itu. Dan pada akhirnya kami harus meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke rumah sekitar pukul 14.30 wita. Harapanku kedepan terhadap KRUS ini adalah agar tempat ini bisa dikembangkan dengan lebih baik. Pembenahan fasilitas dan infrastruktur mutlak dilakukan. Dan tidak kalah penting adalah peran serta pemerintah provinsi dan kota dalam menyediakan dana serta promosi yang gencar kepada khalayak ramai.

23 komentar:

  1. ini semacamkebun aya bogor ya?

    BalasHapus
  2. Wah boleh juga tuh kebun rayanya sob! boleh lah buat ref...kebetulan ane suka traveling...thks infonya

    BalasHapus
  3. sayang di posting ini banyak keluhan seperti kurangnya kebersihan, padahal saya berharap wisata di luar jawa lebih oke dari yang ada di jawa yang karena kebanyakan penduduk jadi sulit menjaga kebersihannya. harus didorong agar terus meningkatkan pelayanan ini.

    BalasHapus
  4. wah..2 tahun lebih saya di Samarinda malah saya belum pernah kesana loh mas...
    kawan-kawan saya yang justru beberapa kali kesana untuk hunting foto...

    BalasHapus
  5. Tiket masuknya dan biaya utk menikmati wahana yg ada menurutku murah sekali. Mungkin dengan pemasukan yg minim (karena retribusi yg kecil) shg pengelola tak dapat mengelolanya secara maksimal.
    Tapi dari foto2 di atas, sepertinya tempat tsb lumayan ramai tuh.

    BalasHapus
  6. menarik, di dalam kebun raya tidak hanya ditemui flora, tapi juga fauna dan museum pula. HTM-nya juga terbilang terjangkau. ah, ingin rasanya mainmain ke situ. kapan ya?

    o ya, mas ifan paling genteng deh di seluruh foto yang ada. heheheh

    BalasHapus
  7. Sayang tempatnya jauh dari tempatku...jadi ga bisa ke sana dong...

    BalasHapus
  8. Asik yaaa.....
    seneng rasanya kalo mendapatkan saat-saat seperti itu bersama keluarga... :)

    BalasHapus
  9. Asyik sekali nih bisa berlibur bersama keluarga, apalagi ada wisata air nya segala tuh...

    BalasHapus
  10. Belum pernah nih ke Samarinda. Pengen juga sekali-sekali kesana...
    Salam kenal sob, kunjungan pertama nih :)

    BalasHapus
  11. minal aidin wal faidzin sebelumnya bro, jadi pengen juga kpn2 ke samarinda. btw ce yg pake jeans biru siapa? pacarmu ya hehehe

    BalasHapus
  12. wah keren sebagai pecinta traveling, layak dikunjungi nih.
    sayang jauh dari lombok,,,hahaha

    BalasHapus
  13. wow besar juga yah kalau 62 hektar,love,peace and gaul.

    BalasHapus
  14. Belum pernah ke Samarinda... btw, sikecil merahputih lucu banget c.. eksis, imut2.

    BalasHapus
  15. ci yeee, yg lg liburan...
    ^_^
    kalo aku liburannya gak kemana2 sob, nungguin anak pertamaku lahir aja...

    BalasHapus
  16. kalo jjalan2 ke kebun raya atau hutan raya, jangan buang sampah sembarangan ya
    hehehehe

    BalasHapus
  17. Waah,, Senangnya kalo Jalan2 Berlibur di Kebun Raya ama Keluarga!!!
    Suasananya Sejuk BGT.. Cocok buat Ngilangin Kebisingan Kota Besar!!
    MANTAAFF BGT...

    BalasHapus
  18. BagiBagiBlog : Benar banget kata kamu. Kebun raya ini tempat yang tepat bagi mereka yang menginginkan suasana tenang, jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yg serba modern

    BalasHapus
  19. kayaknya saya udah jawab pertanyaan abang dipostingan saya yang di post barusan sama saya... :p

    BalasHapus
  20. ayo update lagi dong... :)

    BalasHapus
  21. wah, foto2nya jelas banget nih. jadi keliatan deh wajah admin blog ini.

    BalasHapus