Kamis, 22 Desember 2011

Jembatan Kutai Kartanegara


Masih ingat dengan peristiwa nahas runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara pada hari Sabtu, 26 November 2011 sekitar pukul 16.30 wita yang menelan korban puluhan orang? Tentu berita tersebut mengagetkan semua pihak karena dari fakta yang diketahui bahwa jembatan yang panjangnya 710 meter itu adalah jembatan yang relatif umurnya masih muda, yaitu sekitar 10 tahun dibangun sejak 1995-1996 dan baru selesai pada 2001.

Nah, kebetulan kemarin, 21 Desember 2011 saat melewati Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, aku berkesempatan melihat puing-puing yang tersisa dari jembatan yang runtuh tersebut. Terutama yang terlihat jelas adalah tiang penyangga jembatan. Sampai saat ini tiang penyangga tersebut belum diruntuhkan sehingga siapapun yang melintas di kawasan Tenggarong Kota akan dengan mudah menyaksikannya. Menyaksikannya serasa tidak percaya saja bahwa jembatan yang selama ini sering pula aku lalui berakhir dengan keadaan tragis. Semoga dengan peristiwa ini pemerintah belajar untuk membangun fasilitas umum dengan lebih baik dan terencana serta tidak berorientasi pada nilai komersil.

Dan berikut ini, foto-foto tentang reruntuhan Jembatan Kutai Kartanegara hasil jepretanku menggunakan Samsung Galaxy Mini. Tidak terlalu jelas karena aku mengambil obyek tersebut dari jarak jauh.

Jembatan yang tinggal tiang penyangga. Jalan betonnya sudah ambrol
Obyek diambil dari dalam mobil hendak menuju kapal ferry



KMP Bili sarana transportasi sebagai pengganti jembatan yang ambruk
Obyek jembatan diambil dari dalam kapal ferry
Taman di Jln. S. Parman Tenggarong, dekat lokasi jembatan runtuh
Salah satu ruas jalan di Tenggarong, dekat lokasi jembatan runtuh

8 komentar:

  1. bagus juga hasil foto pakai galaxi mini.aku juga pengguna galaxi :)

    BalasHapus
  2. wah runtuhnya jembatan sangat disayangkan ya..
    salam kenal..

    BalasHapus
  3. sudah diketahuikah penyebab runtuhnya jembatan itu??

    BalasHapus
  4. Jadi sekarang sarana transportasinya menggunakan ferry ya? Wah, kembali ke 'masa lalu' kalau gitu.

    BalasHapus
  5. sayang sekali ya sampe runtuh gitu. padahal belum ke sana nih.

    BalasHapus
  6. di tempat tinggalku di mesir, tepatnya di kota port said. yang dibatasi oleh suez canal dengan kota sebelahnya port fuad, selalu menggunakan kapal ferry terbuka sebagai sarana penyeberangan. malah seru menurutku. tapi yah itu, maceeet. harus nunggu giliran. tapi bebas ambruk. hehehe.. ngeri aja.

    BalasHapus
  7. semoga kejadian ini tidak terulang lagi.. :D segera benahi...!!!

    BalasHapus
  8. padahal kelihatannya kukuh ya, tetapi bisa jatuh juga. ini dia yang harus di benarkan tentang pepatah 'jangan melihat dari sampulnya saja'

    BalasHapus