Rabu, 22 Februari 2012

Perpustakaan Umum Kota Samarinda

Ketika melintas di Jalan Kusuma Bangsa, selalu saja pandanganku tertuju pada bangunan tua diatas bukit. Bangunan tua itu begitu lekat dengan kehidupanku. Ia menjadi salah 1 bagian terpenting yang tak akan pernah terhapus dalam memoriku. Ya, bangunan tua itu adalah Perpustakaan Umum Samarinda.

 
Aku mulai mengenal Perpustakaan Umum ketika duduk dibangku sekolah menengah pertama. Dan tambah mengenal lagi saat mulai memasuki dunia perkuliahan. Hari-hariku sebagai mahasiswa pada waktu itu banyak dihabiskan di perpustakaan. Mencari buku-buku referensi untuk tugas kuliah atau hanya sekedar membaca majalah-majalah lama adalah santapanku ketika berkunjung kesana. Walau koleksi bukunya tidak terlalu banyak, namun itu tidak menyurutkan langkahku untuk kembali berkunjung ke bangunan yang kata orang syarat dengan ilmu pengetahuan, setiap kali ada kesempatan.


Bangunan Perpustakaan Umum itu sebenarnya tidaklah terlalu luas. Hanya terbagi beberapa ruang yang disekat-sekat disesuaikan dengan kategori dari jenis-jenis buku berdasarkan pengklasifikasian dewey decimal. Di halaman luar, terdapat taman dilengkapi dengan gazebo-gazebo. Karena letaknya diatas perbukitan, suasanya menjadi teduh dan rindang. Tidak heranlah, banyak orang yang betah duduk berlama-lama hanya sekedar ngobrol atau melihat view dipersekitaran.


Berada didalam bangunan tua itu, hal pertama yang sering aku lakukan adalah hunting buku-buku yang bertemakan ‘motivasi’ dan ‘kesuksesan hidup’. Bahkan, kesukaanku akan buku-buku yang bergenre semacam itu mengalahkan pencarianku akan buku-buku perkuliahan. Wajar saja, buku-buku perkuliahan tampaknya terlalu berat untuk dipahami dan perlu konsentrasi lebih untuk mencernanya.

Buku-buku karangan Dale Carniege atau Paul Hauck menjadi favoritku saat itu, disamping juga buku-buku bertemakan religi yang ditulis oleh beberapa pengarang muslim yang aku lupa namanya. Namun sayang, buku-buku itu terlihat kusam dan berdebu. Tampak tidak terawat. Entahlah, apakah buku-buku itu memang telah begitu lama menjadi penghuni sejak bangunan itu berdiri ataukah memang tidak banyak orang yang tertarik untuk membaca buku-buku yang bertemakan motivasi. Ah.., masa bodoh apabila ada orang yang tak suka dengan buku jenis macam itu dan lebih tertarik dengan majalah atau novel. Yang penting aku suka dan terhibur serta mendapatkan sedikit pencerahan.


Ada kebiasan yang aku sukai saat berada diperpustakaan, yaitu membaca di sudut ruangan sambil sesekali memandang keluar jendela melihat pemandangan sekitar yang banyak ditumbuhi pepohonan serta mendengarkan suara-suara burung yang berkicau. Betapa mendamaikan hati. Kalau sudah begitu, aku bisa betah berjam-jam berada disana. Baru ingat pulang kala perut mulai keroncongan.


Bisa dikatakan, hal-hal diatas menjadi sekelumit cerita tentang aku dan Perpustakaan Umum Samarinda dimasa lampau. Perpustakaan yang telah mewarnai kehidupanku dan banyak berjasa hingga mengantarkanku pada keadaan sekarang ini (emang sekarang jadi apa?) . Dari perpustakaan itulah aku banyak ditempa untuk menumbuhkan minat membaca dan mengembangkan kemampuan menulis. Meski sekarang aku jarang mengunjungi perpustakaan itu karena kesibukanku yang sekarang telah bekerja, namun segala hal mengenainya akan selalu menjadi kenangan indah yang akan kuingat sampai kapanpun jua.

1 komentar:

  1. Tempatnya kelihatan nyaman banget, kelihatannya betah kalo di situ.

    BalasHapus