Minggu, 10 Juni 2012

Hampa


Dalam beberapa bulan ini, hatiku selalu digelayuti perasaan hampa. Hampa yang menjadikan diriku terpuruk dalam kesedihan yang mendalam. Semakin hebat ketika kusadari aku hanya sendirian menghadapi semua ini. Tidak ada tempat untuk berkeluh kesah selain kepada Sang Pencipta. 

Kehampaan ini semakin diperparah saat aku melihat dunia diluar sana yang seakan tidak berpihak kepadaku. Aku baru menyadari hal itu saat dihadapkan pada kenyataan bahwa hanya mereka yang tangguhlah yang sesungguhnya pantas untuk menjadi pemenang dan penguasa dunia. Bagi seorang yang lemah seperti diriku harus siap menerima kenyataan pahit untuk disingkirkan. Mengetahui perkara tersebut, rasanya seperti berada pada posisi terendah sehingga menganggap diri ini seolah-olah tidak ada apa-apanya dan tidak berarti dihadapan mereka.

Aku tidak yakin apakah aku dapat melalui semua ini dengan baik-baik saja atau malah semakin tenggelam dalam perasaan hampa itu. Entahlah. Waktu yang akan menjawab semua ini. Yang pasti, aku melalui hari-hari dengan amat tidak bersemangat. Terasa ada beban yang mengganjal disetiap langkahku. Bisa dikatakan bahwa hanya raga ini saja yang masih hidup tetapi jiwa ini telah lama mati. Sungguh, doa saja yang mampu kupanjatkan untuk menepis segala bentuk kegelisahan ini.

Ah, sampai kapan aku harus menghadapi semua ini. Ingin rasanya segera terbebas dari semua kerumitan hidup. Tapi lagi-lagi harus menghadapinya takkala bangun di subuh hari. Dan pada saat itulah segala macam bentuk ketakukan mulai nampak didepan mata. Lagi-lagi hanya doa saja yang menjadi kekuatanku untuk tetap kuat menghadapi semua itu meski sebenarnya aku adalah seorang yang rapuh.

11 komentar:

  1. Ifaaaaann!!
    Kenapa sore-sore sudah galau?
    Kamu sudah selangkah lebih maju, sudah berkeluarga, setidaknya setengah imanmu sdh sempurna. Kata orang jangan liat ke belakang..tapi kalau kamu takut sama masa depan, kamu menoleh aja ke belakangmu, bukan buat kembali pada kenangan tetapi menyadarkan kamu bahwa kamu sudah sekian jauh sukses melompati semua masalah. Ingat zamannya skripsi? zaman sekolah, kuliah, dari masalah materi, sosialisasi, saudara, tekanan orang tua, sampai motor pertama hahaha. kamu itu inspired banget. Jangan merasa hampa ah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh tahu ini siapa ya? Penasaran banget jadinya!

      Hapus
    2. Terkadang...iya...terasa hampa...

      Hapus
  2. jangan lupa berdo'a dan bersyukur mas.. :)

    BalasHapus
  3. Doa memberi kekuatas. Keep Pray

    BalasHapus
  4. ayoo, msti melihat ke bawah lagi tuh mas. klo liat ke atas terus, kadang kita memang merasa hampa :)

    BalasHapus
  5. halo mas... masih hampa kah hatinya? :D

    BalasHapus
  6. sebetulnya bukan cuman sobat aja yg meraskan hampa tmn2 yg lain jg pernah mersakan , kehampaan merupakan cara tuhan untuk menjadikan kita manusia "hidup" bukan zombie yg asal hidup tanpa mengetahui makana kehidupan

    BalasHapus
  7. Berbagi pada sesama bisa menjadi obat hati yang hampa dan gelisah meski sekecil apapun bentuk pemberian kita asal kita tulus dan ikhlas insyaallah hati jadi lebih bahagia dan hidup penuh makna. Syukuri saja apa yang telah Allah limpahkan pada kita .karena anugershnya tiada berbatas.

    BalasHapus
  8. aku juga merasakanya ,hanya putus asa yang terbenak dipikiranku

    BalasHapus