Sabtu, 21 Juli 2012

Suasana Puasaku

Hari ini adalah hari pertama puasa di tahun 2012 berdasarkan ketentuan dari Pemerintah. Tentu, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku selalu berkeinginan agar puasa yang aku lakukan mampu menjadikan aku sosok yang semakin beriman. Dalam artian, lebih mampu mendekatkan diri kepada Sang Khaliq disetiap aspek kehidupan. Dan itu aku harapkan terjadi pada 2 hal, yaitu : Peningkatan intensitas ibadah secara khusyuk dan Peningkatan keterampilan mengendalikan diri terhadap hawa nafsu.

Lepas dari hal-hal tersebut diatas, ada sesuatu yang juga tak kalah penting pada puasa tahun ini. Dan itu berkenaan dengan suasananya. Tepatnya adalah puasa pada tahun ini kujalani dengan amat berbeda. Ya...kini aku menjalani puasa tidak lagi bersama dengan anggota keluargaku yang dalam hal ini adalah orangtua dan saudara-saudaraku. Ini karena aku sekarang telah menikah sehingga mau tidak mau atau suka tidak suka aku harus menjalani puasa dalam kondisi yang tidak sama lagi.

Tentu ada perbedaan yang amat mendasar ketika harus menjalani puasa dengan suasana yang lain ini. Yang dulunya ketika masih single, saat sahur maupun saat berbuka puasa, suasana di rumah sangat ramai. Namun sekarang setelah berkeluarga, suasananya sepi dan hening. Begitu pula dengan soal makanan. Dulunya tinggal duduk manis tanpa perlu pusing-pusing memikirkan menu apa yang akan disantap karena semua hidangan telah disiapkan oleh orangtua. Sekarang hal tersebut tidak bisa lagi. Aku dan juga isteri harus belajar menyiapkan menu makanan sendiri. Disamping itu, juga harus pintar-pintar menyusun anggaran belanja agar tidak kekurangan. Dan hal itu harus akui sangat merepotkan dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya, karena yang tadinya apa-apa selalu mengandalkan orangtua, namun sekarang harus belajar mempersiapkan dan merencanakan segala sesuatunya sendiri.

Tapi aku berharap, suasana yang berbeda ini tidak mempengaruhi kekhusyukanku dalam menjalani ibadah puasa. Bagaimanapun perihal suasana ini tidak boleh menjadi alasan bagiku untuk tidak bersemangat. Harus tetap yakin bahwa suasana yang beda ini adalah suatu cara untuk menempa diri menjadi manusia yang lebih baik dan mandiri. Untuk itu, puasa harus dapat aku maknai sebagai media untuk bertansformasi menjadi manusia yang lebih baik kedepannya secara jasmani dan rohani.

NB : Dan inilah sajian berbuka puasa di hari pertama dengan suasana yang telah berbeda itu. Menunya sederhana saja karena hanya aku dan isteri yang menikmatinya.


14 komentar:

  1. oooh baru aja jadi pengantin ya :) nikmati suasana baru

    BalasHapus
  2. Selamat menunaikan ibadah puasa ya mas

    berarti semakin dewasa dong

    BalasHapus
  3. selamat menjalankan ibadah puasa.... :D

    senengnyaaa~

    BalasHapus
  4. wah, ini puasa yang pasti bikin orang taqwa. semoga...

    BalasHapus
  5. pembelajaran bagi saya.. :)
    mungkin jika tidak ada aral melintang, ini puasa terakhir saya berstatus single.. :D

    BalasHapus
  6. met puasa, jangan hanya nahan lapar dan haus saja ya....tahan nafsu juga. hehehe

    BalasHapus
  7. sudah sepuluh hari pertama, gimana hasilnya?

    BalasHapus
  8. selamat berbuka...belum ding!

    BalasHapus
  9. meski menunya sederhana tetapi suasananya tidak sesederhana itu itu kan mas...

    BalasHapus
  10. masih lancar puasanya sampe sekarang pak Ifan? :D

    BalasHapus
  11. Oalah... lama nggak ngeblog, malah ketinggalan berita aku klo yang punya blog baru aja nikah... haduuh... aku ucapin selamat dulu deh... untuk menu buka sih, selama suasana nggak sesederhana menu buka aku rasa nikmat2 aja haha...

    Apa kabar nih sob?

    BalasHapus
  12. selamat lebaran, minal aidin walfaizin

    BalasHapus