Kamis, 01 November 2012

Membangun Kepercayaan Diri

Untuk meraih sebuah tujuan, selain dibutuhkan usaha dan kerja keras, dibutuhkan juga kepercayaan diri. Konon, kepercayaan diri ini mampu memberikan efek psikologis positif yang bisa memotivasi seseorang untuk semakin bergairah mencapai tujuannya tersebut. Tentu saja kepercayaan diri ini tidak serta merta terbentuk atau terbangun. Diperlukan latihan berulang hingga mencapai suatu keadaan dimana antara usaha, kerja keras dan kepercayaan diri ini bisa melebur menjadi satu kesatuan yang saling besinergi.

Nah, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membentuk atau membangun kepercayaan diri ini (seperti yang kukutip pada sebuah artikel yang sumbernya sudah tidak diketahui lagi). Berikut uraiannya : 
  • Rudi Hartono makan nasi, Aku juga makan nasi. Dia juara bulutangkis, aku juara menulis.
  • Kaki dan tangan Aku lengkap dan Aku punya otak untuk mendapatkan akal, Aku pasti bisa meraih mimpiku.
  • Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, termasuk kepada Aku. Dia pasti membimbing Aku melakukan segala niat baik.
  • Oksigen masih gratis, Aku pasti masih bernafas dan sehat untuk mencapai target kerja.
  • Matahari terbit lagi dari timur seperti kemarin, hari ini Aku tentu akan meraih sukses seperti kemarin.
  • Keluarga amat mencintai Aku, suksesku adalah milik keluarga yang mencintaiku.
  • Kulitku hitam, cocoknya sebagai pekerja keras. Jadi pantas kalau aku sukses.
  • Orang tuaku miskin, tapi aku anaknya pantang miskin lagi.
  • Orang tuaku cuma lulusan SMA, namun saya ingin belajar setinggi mungkin untuk memuliakan beliau.
  • Rambut aku tipis, katanya tanda orang pintar. Jadi saya akan belajar keras agar tidak memalukan.
  • Aku masih muda, kesempatan masih panjang. Aku bisa jadi pewaris Abad 21.
  • Umurku hampir kepala enam, tapi kesempatan maju masih terbentang. Sebab Nelson Mandela saja keluar dari penjara umur 73 tahun dan jadi Presiden setahun kemudian.
Kepercayaan diri adalah penting. Namun jauh lebih penting dari semua itu adalah selalu menyertakan doa dalam setiap usaha yang dilakukan. Ingatlah selalu kalimat bijak yang mengatakan : USAHA TANPA DOA ADALAH SOMBONG DAN DOA TANPA USAHA ADALAH BOHONG.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar Ra’d 11)

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min 60)

4 komentar:

  1. Postingannya mengena banget pak, membuka pikiranku tentang hal-hal yang sering tidak disadari. Thanks

    BalasHapus
  2. merasa diingatkan dengan kalimat "USAHA TANPA DOA ADALAH SOMBONG DAN DOA TANPA USAHA ADALAH BOHONG"

    terimakasih.. :)

    BalasHapus
  3. Jangan lupa setelah Berdoa, Berusaha maka bersyukurlah atas apapun hasilnya
    http://dilangkahkakiku.blogspot.com/
    (Mencari Uang, Motivasi dan Teknologi)

    BalasHapus