Senin, 04 Februari 2013

Setahun Yang Lalu


Masih kuat terekam dalam ingatanku peristiwa setahun yang lalu yang mengubah kehidupanku 180 derajat. Pada hari itu, tepatnya setelah sholat isya, aku mengucapkan akad nikah di Kota Balikpapan. Keesokan harinya, resepsi pernikahan digelar dari pagi hingga sore hari. Seminggu kemudian, kembali lagi digelar resepsi pernikahan untuk kedua kalinya bagi keluargaku yang bermukim di Kota Samarinda. Bisa dikatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan rangkaian panjang untuk suatu perhelatan yang penting dalam kehidupanku.

Dan sejak saat itu, tanggung jawabku pun menjadi semakin besar. Yang dulunya selalu mengandalkan orangtua dalam melakukan sesuatu, maka mau tidak mau harus belajar mandiri untuk mengurus segala sesuatunya sendiri. Kuakui itu tidak mudah. Apalagi tipikal diriku ini adalah mudah mengeluh apabila menemui kesulitan. Tentu untuk sekarang ini tidak bijak rasanya jika sering mengadukan atau curhat permasalahan ke orangtua.



Dalam menjalani pernikahan selama 1 tahun tersebut, ternyata banyak hal-hal baru yang aku temui. Tentu tidak hanya senangnya saja, sedihnya pun harus juga ikut dirasakan. Mungkin bagi sebagian orang yang masih berstatus single, sering berpikiran bahwa menikah itu berarti adalah sebuah kesenangan. Memang ada benarnya juga pendapat mereka tersebut dan tak bisa disalahkan. Tetapi kelak jika sudah berumah tangga, akan mereka temui berbagai persoalan hidup yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Dan itu juga berlaku pada diriku. Satu persatu persoalan berumah tangga muncul dan menuntut penyelesaian. Ada yang mudah untuk diselesaikan, tetapi tak jarang juga yang menyulitkan aku. Kalau sudah begitu aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga badai kehidupan segera berlalu.

Satu tahun bukan masa yang singkat untuk sebuah penyesuaian diri dalam berumah tangga. Tapi selama masa 1 tahun tersebut, harus kuakui bahwa aku masih belum bisa beradaptasi dengan baik. Ada perasaan cemas yang berlebihan dengan apa yang aku jalani sekarang ini. Apakah akan mampu atau tidak mengatasi persoalan yang ada? Belum lagi harapan-harapan diluar sana yang menuntut aku melakukan sesuatu yang lebih untuk pencapaian masa depan yang baik. Jujur, itu membuatku tertekan. Tapi aku bisa apa, selain tetap bertahan dengan apa yang ada.

Pada akhirnya, dalam kurun waktu 1 tahun tersebut, aku mulai dapat memetakan masalah-masalah yang menjadi hambatan terbesarku dalam hidup berumah tangga. Secara garis besarnya adalah :
  • Ketidakmandirian dalam berbagai hal.
  • Kondisi finansial yang tidak mendukung.
  • Ketidakmampuan beradaptasi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
  • Selalu terbawa perasaan (akibat kegetiran mengetahui bahwa sesuatu yang diharapkan mampu berperilaku yang sepatutnya ternyata dibawah ekspektasiku).

9 komentar:

  1. Selamat mas setahun pernikahan.
    Yang penting tetap semangat aja, karena tantangan itu kalo bisa kita hadapi akan sangat baik :D

    BalasHapus
  2. happy anniversary ya semoga makin langgeng. ternyata beda 1 hari nih sama aku tgl pernikahannya

    BalasHapus
  3. dan setelah tahun ini.. masih banyak tahun-tahun berikutnya yg harus di jalani yaa.. :D

    doakan arif cepet nyusul yaa.. :D

    BalasHapus
  4. semoga menjadi pernikahan yg terakhir. bsa membangun keluarga yg sakienah mawaddah warohmah. selamat ya sudah membagi kabar kebahagiaan disini.

    BalasHapus
  5. saya yang sudah jalan tujuh tahun pun masih sering bertanya-tanya...jadi yang penting jalan aja, dan banyak-banyaklah tertawa

    BalasHapus
  6. Hmm, hmm, pelajaran berharga ini bagi yang seperti saya (^,^)/

    BalasHapus
  7. Aduh aku telat banget... aku vakum ngeblog tuh hampir 1,5 tahun lamanya... walau sesekali posting tapi jarang blogwalking jadi gak tahu momen istimewamu setahun yang lalu.
    Happy Anniversary ya.. maaf sedikit terlambat, semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, warrohmah. Aamiin.

    BalasHapus