Minggu, 03 Maret 2013

Memori Perjalanan Tahun 2012


Pada tahun 2012 lalu, ada beberapa kegiatan perjalanan yang rasanya sayang jika tidak diceritakan pada blog ini. Apalagi dalam perjalanan itu berkesempatan untuk merasakan beberapa hal untuk pertama kalinya. Senang sudah pasti karena merasakan sensasi yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Pada akhirnya perjalanan tersebut menjadi warna-warni tersendiri dalam kehidupanku dan sepatutnya layak untuk selalu diingat. Paling tidak, hal itu telah memberikan pengalaman yang berharga untuk kujadikan pengajaran, selain tentunya hiburan yang menyenangkan.

Pada tanggal 5 November 2012, untuk pertama kalinya ikut penerbangan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Sepinggan Balikpapan menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Maklum saja, selama ini jika hendak bepergian keluar kota pasti menggunakan maskapai berbiaya murah untuk menghemat pengeluaran. Namun, untuk kali ini berkesempatan merasakan nyamannya penerbangan mewah itu dengan disuguhi beberapa pelayanan, seperti : makanan, hiburan pada perangkat layar, bacaan majalah dan koran, serta tempat kursi yang lebih selesa.

Di dalam kabin pesawat
Boarding pass keberangkatan

Masih pada tanggal 5 November 2012, untuk pertama kali menaiki Bis Damri dari Bandara Soekarno Hatta menuju Kota Bogor. Tiketnya Rp. 40.000,-. Rasanya betah berada di dalam bis tersebut karena tersedia fasilitas toilet dan wifi gratis, disamping juga kebersihannya yang bagus yang belum pernah aku temukan jika menumpang bis dari Samarinda ke Balikpapan atau sebaliknya. Di Kota Bogor, aku menginap di Hotel Permata, Jalan Raya Padjajaran No. 35 untuk mengikuti acara kegiatan pemuktahiran data temuan tindak lanjut dari tanggal 5 sd. 10 November 2012. Disamping itu, selama disana, menyempatkan mengunjungi Sentra Kerajinan Industri (SKI) Tajur. 

Stasiun Bis Damri di Bandara Soetta Jakarta
Di Dalam Bis Damri
Di SKI Tajur Bogor

Tanggal 7 November 2012, berkesempatan menaiki kereta api dari Bogor (Stasiun Baranang Siang) ke Jakarta (Stasiun Juanda). Sesuatu yang menyenangkan pastinya sebab seumur-umur baru pertama kali ini naik kereta api sungguhan. Di dalam kereta ekpress yang harga tiketnya Rp. 9.000,- itu diperlukan kesigapan untuk mendapatkan kursi karena penumpangnya yang berjubel. Jika gagal mendapatkan kursi, alamat harus berdiri dengan tangan bergelantungan. Bagi diriku yang belum terbiasa dengan cara itu, merasa tidak nyaman karena harus menjaga keseimbangan saat kereta meluncur dengan kecepatan yang lumayan laju. Ditambah lagi tangan ini kesakitan karena harus mencengkram kuat tali tempat bergelantungan tersebut.

Suasana di Kereta Api

Selama 4 hari dari tanggal 19 sd. 22 November 2012, kembali lagi kaki ini menginjak Pulau Bali. Selama 4 hari tersebut lebih banyak dihabiskan di Hotel Grand Mega, Kuta untuk sebuah acara yang membahas masalah analisis jabatan dan analisis beban kerja. Jalan-jalannya dilakukan pada hari terakhir dengan waktu yang sangat mepet. Lokasi yang dipilih adalah Patung Garuda Wisnu Kencana. Disana kami berusaha secepat mungkin untuk berfoto-foto dengan obyek-obyek yang tersedia. Namun nyatanya, hal tersebut lumayan juga memakan waktu. Belum lagi kami harus naik turun tangga yang jumlahnya banyak sehingga membuat kaki ini capai. Akibatnya, sesampainya di bandara, kami hampir terlambat. Petugas pun memerintahkan kami untuk segera ke ruang pemberangkatan. Dengan berlari-lari kami menuju kesana agar tidak ketinggalan pesawat. Alhamdullillah, pada detik-detik akhir dimana pesawat akan segera lepas landas, kami berhasil juga masuk ke kabin. Lega rasanya.


 

8 komentar:

  1. Allhamdulillah akhirnya bisa nak penerbangan itu ya. si SKI belanja apa nih? :)

    BalasHapus
  2. jalan jalan ke Oymyakon Bro, mau nggak?

    BalasHapus
  3. waaah asyik itu...
    sekalian jalan-jalan...
    itu patungnya masi segitu saja ya..
    hmmm...

    BalasHapus
  4. Kamu ke KEMENANG LAPANGAN BANTENG juga kan? saya tegor kamu ,---Eh kamu Ifan kan--- kamu jawab 'iya' aja, ya udah semoga sukses yaa....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh...beribu maaf ya bu, ternyata ibu ya yang menegor saya tempo hari. Maaf ya bu karena saya tidak "ngeh" kalau itu ibu. Habisnya ibu jarang sih menampilkan foto ibu di blog, jadinya saya agak2 kurang begitu familiar. Pantas saja, teman saya pada waktu itu mengatakan kepada saya : "lho, kok ibu itu tahu namamu, fan?". Saya balas : "Iya, aku juga kurang tahu nih, kenapa ibu itu bisa tahu namaku". Ternyata, yang negor ibu Afifah Kamaruttaman toh. Sekali lagi maaf ya bu. Bukan maksud sy sombong, tapi memang pada waktu itu sy benar2 tidak familiar dgn ibu pada waktu itu. Ibu juga nggak memperkenalkan diri ibu, jadinya ya gitu deh... Maaf ya bu :)

      Hapus
  5. aku pernah juga ke bandara naik Damri. enak juga kok. adem dan nyaman

    BalasHapus
  6. seronok baca blog kamu. kalau kamu ada masa baca blog aku juga dan kalau sudi jadi follower di blog aku bagi menambah kawan..:) ya..!
    ini blog aku..puterichocolatecake.blogspot.com

    BalasHapus
  7. patungnya bagus mas
    hanya ingin mampir saja

    BalasHapus