Sabtu, 03 Agustus 2013

Mengurus Akte Kelahiran Dilla

Selepas kelahiran Dilla, hal pertama yang terpikir dibenakku adalah secepatnya mengurus akte kelahirannya. Ini didasari karena sering mendengar cerita-cerita diluar sana yang katanya apabila terlambat bertahun-tahun dalam mengurus akte kelahiran anak, maka akan melalui persidangan yang prosesnya lumayan ribet. Sehingga tanpa pikir panjang lagi, aku menyiapkan beberapa berkas untuk pengurusan tersebut agar akte kelahiran Dilla bisa selesai tepat waktu. Selain itu, dengan bermodal akte kelahiran, berarti aku bisa segera mengajukan tunjangan anak untuk dimasukkan kedalam gaji isteriku plus juga mengurus penerbitan askesnya. 

Berkas-berkas yang kusiapkan itu adalah :
  • Copy Kartu Keluarga (dimana aku harus melakukan perubahan terlebih dahulu susunan keluarga, dengan menambahkan Dilla sebagai bagian dari anggota keluarga baru);
  • Copy KTP suami dan isteri;
  • Copy akta nikah (dicopy dari awal hingga taklik);
  • Surat Keterangan Kelahiran dari dokter/bidan/rumah sakit yang asli;
  • Surat Keterangan Kelahiran dari lurah (dimana untuk mendapatkannya harus melalui surat pengantar dari RT, dan nama peminta surat pengantar adalah ayah bayi);
  • Semua berkas aku masukkan kedalam 1 map agar tidak tercecer. 


Selanjutnya pada hari Senin, 24 Juni 2013 aku bergegas menuju ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Samarinda yang untuk sementara waktu aktifitas pekerjaannya dipindahkan ke bagian belakang GOR Segiri, Jalan Kusuma Bangsa Samarinda mengingat kantor lama mereka di Jalan Milono sedang dilakukan renovasi. Pada saat itu, banyak sekali orang yang melegalisir akte kelahiran anak karena bertepatan dengan tahun ajaran baru dimana sekolah-sekolah mengharuskan copy akte kelahiran yang dilegalisir sebagai salah satu persyaratannya. Duh, aku datang pada waktu yang tidak tepat mengingat berjubelnya orang-orang. Tetapi karena sudah kepalang tanggung tiba disana, aku lanjutkan proses pengurusan akte kelahiran Dilla. 


Adapun tahapannya sebagai berikut :
  • Berkas didalam map yang telah aku susun dari rumah aku masukkan ke loket pendafaran.
  • Di loket pendaftaran, petugas memberi formulir untuk kita isi seraya ia juga memeriksa kelengkapan berkas. Apabila ada yang kurang, ia akan memberitahu untuk segera dilengkapi. Setelah lengkap, akan diberi nomor antrian.
  • Dari loket pendaftaran, berkas yang telah lengkap tersebut akan dioper kebagian/loket lain untuk pemeriksaan yang lebih detail. Nomor antrian akan dipanggil dan selanjutnya petugas akan memverifikasi ulang. Apabila dianggap telah memenuhi semua persyaratan, berkas akan dicatat dalam buku induk. Lalu petugas akan memberikan nomor akta dan tanggal pengambilannya. Tidak lupa petugasnya juga akan menanyakan kepada kita apakah membawa saksi. Apabila kita tidak membawa saksi, maka pihak sana bisa membantu dengan menawarkan saksi. Berhubung aku tidak mau repot, maka aku minta pihak sana saja untuk menyediakan saksi. Petugasnya lalu menyuruh aku ke bagian yang kalau tidak salah adalah bidang pencatatan sipil. Disana, aku menyerahkan berkas dan uang sebesar Rp. 20.000,- untuk 2 orang saksi.

Sesuai dengan nomor akta dan tanggal pengambilan yang diberikan petugas pada waktu itu, maka pada hari Senin, 22 Juli 2013, aku kembali ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Samarinda untuk mengambil akte kelahiran Dilla. Alhamdullillah selesai tepat waktu. Aku lalu mengcopynya beberapa lembar untuk dilegalisir. Legalisir yang diperbolehkan maksimal 10 lembar saja. Oh ya, ada yang mengganjal dipikiranku yaitu mengapa surat keterangan kelahiran yang asli dari rumah sakit tidak diserahkan kembali ke pemiliknya? Setelah kutanyakan kepada salah seorang petugas, memang begitulah ketentuan. Kalau memang begitu, aku ikut saja aturannya. Yang terpenting sekarang adalah akte kelahiran Dilla telah selesai.

Akte Kelahiran Dilla yang telah jadi

5 komentar:

  1. ooh begitu ya cara pembuatan akte kelahiran, waktu anak-anak saya minta tolong pihak rumah sakit yang membuatkan :)

    BalasHapus
  2. Akte lahir saya salah tanggal, jd kesalahan administratif gara2 tukang ketik nya matanya siwer itu harus saya tanggung seumur hidup sampe skrg hahahaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, apa dulu sewaktu mengambil akte kelahiran, ortunya nggak ngecek hal2 yg mungkin tersalah sebelum meninggalkan instansi tsb?

      Hapus
  3. thanks infonya mas, anyway congrats atas kelahiran putrinya ya ;)

    BalasHapus
  4. (Srimuliani Handoyokusumo; Lolos PNS Guru di lingkungan Kemenag Berau)

    Berawal dari keinginan kuat untuk mengikuti test tertulis CPNS yang dilaksanakan oleh PEMDA Berau dimana saya tinggal, saya pun ikut berpartisipasi mengkutinya. Namun sebenarnya bukan sekedar hanya berpartisipasi tapi terlebih saya memang berkeinginan untuk menjadi seorang PNS. Waktu pun terus berjalan, karena tertanggal 5 Desember 2013 yang lalu saya pun mengikuti Test CPNS yang diselenggarakan oleh PEMDA Berau dengan harapan yang maksimal yaitu menjadi seorang PNS. Kini tanggal 18 Desember 2013, pengumuman test kelulusan tertulis itu diumumkan. Dengan sedikit rasa was-was dan bercampur tidak karuan menyelimuti pikiranku. Rasa pesimisku memang timbul, karena pengumuman yang di informasikan adalah tertanggal 11 Desember 2013 namun di undur tanggal 18 Desember 2013. Dengan mengucapkan BISMILLAH, aku pun masuk ke halaman kantor BKD untuk melihat hasil pengumuman test tertulis CPNS. Dan Syukur Alhamdulillah saya pun LULUS diurutan ke 3 dari 1 formasi yang aku ikuti di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan berikut peringkat screen shoot yang saya jepret menggunakan Ponsel kesayangku.

    Puji Syukur tak henti-hentinya aku panjatkan ke Hadirat Allah SWT, atas rezeki yang diberikan kepadaku. Semua hasil ini saya ucapkan terimakasih kepada :

    1. ALLAH SWT; karena KepadaNya kita mengemis dan memohon.

    2. Suami dan Anak [DikMa]; Dukungan Do’anya sangat berharga dalam pencapaian saat ini.

    3. Orang Tua, Saudara-saudaraku; Tetap mensupport aku selama 3 bulan terakhir ini, terimakasih Mama, terima kasih Kakak Perempuan ku, terima kasih Kakak Laki-laki ku tak terlepas juga buat teman-temanku terimakasih semuanya.

    4. Terimakasih untuk khususnya Bpk.IR.AGUS SUTIADI M.SI beliau selaku petinggi BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.anda ingin LULUS seperti saya silahkan anda hubungi nomor bpk IR.AGUS SUTIADI M.SI,0852-3687-2555.

    BalasHapus