Selasa, 20 Agustus 2013

Wahana Wisata Tjiu's Palace Samarinda


Pada hari keempat libur lebaran kemarin, tepatnya Minggu, 11 Agustus 2013, aku dan keluarga memanfaatkan waktu libur tersebut untuk berekreasi kesalah 1 tempat wisata keluarga di Kota Samarinda, yaitu Tjiu's Palace. Nama tempat tersebut mungkin agak terdengar aneh di telinga. Tapi nama yang aneh itulah yang membuat kami penasaran dan memutuskan untuk mencoba mencari hiburan ke tempat tersebut. 

Sebenarnya, Tjiu's Palace yang berlokasi di daerah Sambutan, tepatnya Jl. Sultan Sulaiman (Pelita 6), Samarinda ini hanyalah menjadi urutan kedua dalam agenda kami dalam berwisata mengisi libur lebaran. Tadinya kami sekeluarga telah merencanakan ke tempat wisata Salma Shofa yang berlokasi di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Samarinda Utara. Tetapi sesampainya disana, tempat wisata tersebut ternyata malah tutup. Duh, kami agak kecewa. Seorang penduduk kampung disana yang kami temui merekomendasikan ke tempat sejenis yang tidak jauh lokasinya dari tempat wisata Salma Shofa. Lalu, pergilah kami kesana. Tapi lagi-lagi kekecewaan yang kami perolehi karena tempat yang direkomendasikan tersebut tidak sesuai dengan hasrat dan harapan kami. 

Taman dan Gazebo yang menambah indah suasana
Disambut Patung Putri Dayung saat memasuki kawasan wisata

Kekecewaan itu memaksa kami untuk beralih pada pilihan kedua, yaitu Tjiu's Palace, yang menurut salah satu anggota keluarga yang pernah kesana, tempatnya representatif untuk bersantai. Walaupun lokasinya agak jauh dari lokasi Salma Shofa yang telah didatangi tersebut, tetapi tidak menyurutkan langkah kami untuk pergi kesana meski hari telah beranjak siang dan perut mulai keroncongan.

Tempat memesan makanan
Bersama adik dan keponakan

Sesampainya disana, pengunjung telah membludak. Kami lalu langsung memesan makanan dan mencari tempat duduk yang bergaya lesehan. Sambil menunggu makanan diantar, aku sempatkan berkeliling-keliling untuk mengetahui suasana yang sesungguhnya dari tempat wisata itu. Dan menurutku suasananya sangat menyenangkan. Mata kita akan dimanjakan dengan taman-taman indah yang tertata rapi dibagian depan tempat tersebut. Beberapa patung sebagai penambah aksesoris taman juga turut dipajang. Sementara pohon-pohon rindang sebagai peneduh dan hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi makin menambah adem suasana.

Dengan luas areal yang tersebar dibeberapa lahan, maka banyak kegiatan yang dapat dilakukan di tempat wisata tersebut, antara lain :

  • Bersantai sambil makan-makan di pendopo yang bergaya lesehan.
  • Memancing ikan. 
  • Berenang di kolam renang indoor. 
  • Menonton pertunjukan musik elektone (dimana pengunjung juga bisa menyumbangkan suaranya). 
  • Bermain wahana kereta api mini untuk anak-anak. 
  • Mengendarai wahana wisata air, yaitu sepeda kayuh dan mobil-mobilan air yang mempunyai bentuk desain berbagai bentuk binatang lucu (bebek, penguin, anjing laut, dll). 
  • Berfoto-foto dengan latar belakang taman dan pemandangan yang cantik.

Namun, pasti ada saja kekurangannya dari sebuah tempat wisata. Mungkin karena tidak mengantisipasi membludaknya pengunjung pada hari libur lebaran itu, maka pelayanan pemesanan makanannya agak mengecewakan. Pengunjung harus menunggu lama untuk mencicipi hidangan yang telah dipesan. Kami sekeluarga saja harus menunggu hampir 1 1/2 jam. Disamping itu, jarak antara meja pemesanan dengan pendopo lesehan tersebut, jaraknya cukup jauh. Ini tentu agak sedikit merepotkan untuk berkomunikasi antar sesama pelayan atau pengunjung dengan pelayan. Bahkan, salah 1 anggota keluargaku harus mendatangi kembali ke tempat pemesanan makanan dibagian depan dan mengingatkan petugasnya untuk segera mengantarkan makanan kami. 


Sambil menunggu makanan, berpose di pendopo yang bergaya lesehan

Bersama ibu dan adik
Kolam pemancingan ikan
Wahana wisata air

Masalahnya, mungkin terletak pada manajemennya yang agak kacau karena jumlah personil yang bertugas sedikit sehingga kadang ada pengunjung yang terlebih dahulu memesan makanan, ternyata dilayani belakangan. Sementara yang belakangan pesan malah duluan dilayani. Apalagi ada ketentuan yang mengharuskan bahwa pengunjung dilarang untuk membawa makanan dan minuman dari luar meski memang pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Tapi walaupun begitu, tetap saja ada yang tidak menggubrisnya. Seperti juga yang kami lakukan dengan tetap membawa penganan-penganan ringan dari rumah. Kalau tidak begitu, perut kami makin kerocongan akibat makanan yang lambat diantar. Terlebih-lebih, ada keponakan-keponakan kecil yang tentu sulit berkompromi dengan rasa lapar. Lagian tujuan awal kami adalah tempat wisata Salma Shofa yang kami ketahui membebaskan pengunjung membawa makanan apapun sehingga kami memang telah menyiapkan bekal dari rumah. Terlepas dari semua kekurangan itu, harus diakui bahwa rasa makanan di tempat wisata Tjius Palace tersebut enak dan nikmat. Menunya pun beragam dan tidak sebatas hanya pada menu bakar-bakaran saja. Pun Harganya lumayan terjangkau untuk masyarakat umum.

Sepeda kayuh dengan desain lucu binatang bebek
Wahana wisata air
Siapa yang berani mencoba wahana wisata air
Narsis bersama keponakan di jembatan wahana wisata air

Usai makan, adik dan keponakan-keponakanku menjajal wahana wisata air, berupa mengendarai sepeda kayuh, mobil-mobilan air, dan juga mencoba peruntungan dengan memancing ikan di kolam pemancingan. Tidak lupa juga berfoto-foto ria. Tanpa terasa hari mulai menjelang sore dan setelah puas dengan semua itu, kami sekeluarga pulang ke rumah dengan hati yang riang gembira. 

Mencoba peruntungan dengan memancing ikan
Kalau beruntung mendapat ikan, bisa ditimbang disini
Adik dan keponakan yang asyik bermain sepeda kayuh
Keponakan yang riang bermain sepeda kayuh

5 komentar:

  1. wah kapan2 klo aku ke samarinda musti kesini deh. tks infonya yah

    BalasHapus
  2. lihat Foto fotonya jadi pengen ke sana :)

    BalasHapus
  3. di foto ini dan kuliat juga di tivi, ada persamaan
    --> sama2 pohonnya masih sedikit dan kecil
    keknya pengelola sedang berupaya menanam lebih banyak pohon, terutama yg cepat besar.


    mohon maaf lahir bathin ya
    long time no see

    BalasHapus
  4. aku belum pernah ke wahana ini..walaupun aku sudah pernah ke samarinda...maybe next time aku mencoba menjejakkan kaki di wahana ini...salam :-)

    BalasHapus
  5. di daerahku tempat wisata umumnya gak keurus, kemarin aku ke pantai dan disana tak indah sama sekali

    BalasHapus