Minggu, 01 September 2013

Hajatan 17 Agustusan

Keseruan anak-anak mengikuti lomba
Meski bulan Agustus telah lewat 1 hari, tidak ada salahnya bila postingan kali ini aku bercerita mengenai kemeriahan HUT Kemerdekaan RI di kampungku. Karena rasanya sayang jika kemeriahan tersebut terlewat begitu saja mengingat momen-momen seperti ini tidak terjadi setiap saat. Tentu juga akan menjadi kenangan lucu yang akan tetap bisa dibaca pada tahun-tahun berikutnya, terutama bagi keponakanku yang juga ikut berpartisipasi mengikuti lomba 17 Agustusan tersebut.

Hajatan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 68 di kampungku dirayakan gegap gempita dengan mengadakan berbagai macam lomba bagi anak-anak. Tepatnya Sabtu dan Minggu, 24 dan 25 Agustus 2013, anak-anak di kampungku, yaitu Jalan Tarmidi RT. 15, Samarinda begitu bersemangat mengikuti aneka lomba yang berbau ketangkasan, seperti : lomba lari kelereng, lomba lari karung, lomba memasukkan paku dalam botol, lomba makan kerupuk, dan lomba tarik tambang. Pokoknya ramai sekali suasana di kampungku saat itu. Jalan raya yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan, maka pada 2 hari tersebut ditutup sementara dan disulap menjadi tempat lapang untuk arena bertanding anak-anak. Maka tumpah ruahlah orang-orang kesana. Dan yang paling seru tentu saja adalah sorak-sorai penonton yang memberi semangat pada anak-anak saat bertanding. 


Tapi dari semua lomba yang dipertandingkan, maka ada 1 lomba yang mencuri perhatian. Lomba itu adalah lomba goyang cesar. Ya, goyang yang menghebohkan masyarakat Indonesia saat acara makan sahur yang ditayangkan di salah 1 televisi swasta pada bulan ramadhan kemarin begitu antuasias diikuti oleh anak-anak. Dan tahu dong bagaimana tingkah polah anak-anak saat bergoyang. Tentunya menimbulkan kelucuan dan gelak tawa yang tak henti-hentinya dari para penonton yang menyaksikannya. Apalagi anak-anak tersebut berusaha memamerkan gerakan-gerakan unik untuk menarik perhatian para juri agar memilih mereka menjadi pemenangnya.    
 

Harus aku akui, perayaan 17 Agustusan di kampungku pada tahun ini begitu meriah. Semangat kemerdekaan terpancar dari wajah-wajah polos yang mengikuti lomba. Meski mungkin lingkupnya hanya sebatas kampung, paling tidak anak-anak telah diajarkan tentang makna kemerdekaan dalam arti yang sederhana, yaitu selalu bersemangat melakukan apapun (dalam konteks yang posistif loh ya). Dan itu telah mereka tunjukkan dalam lomba kali ini, terutama saat lomba goyang cesar. Tarik mang………   
Gaya Haikal mengikuti lomba

5 komentar:

  1. di tempatku juga meriah pas acara karnaval, selain itu sepi

    BalasHapus
  2. infonya keren sob..... ma video.....Salam persahabatan sll dr MENONE

    BalasHapus
  3. wah .. Salut sekali masih ada hajatan 17 an di sana, seru banget ya, terbayang sennagny aanak anak Saat itu :)

    BalasHapus
  4. udah lama gak liat lomba kelereng & tarik tambang pas 17-an gitu.
    di jakarta udah jarang.

    BalasHapus
  5. Asik ya, Agustusan bareng Warga sekampung, suasana kebersamaan jadi lebih hidup
    sayang kemarin gak sempet pulang ke kampung halaman karena kerjaan yang belum kelar, hehe.. sukses selalu mas irfan

    BalasHapus