Senin, 20 Januari 2014

Mengurus Pembuatan Paspor


Membaca blog-blog orang lain yang bercerita tentang perjalanan ke luar negeri, rasanya membuat diri ini ingin juga suatu saat bisa mengikuti jejak petualangan mereka. Sepertinya kok seru ya saat membaca tulisan mereka yang memaparkan secara detail tentang bagaimana usaha yang dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Mulai dari mengumpulkan budget, berburu tiket pesawat yang murah, mencari penginapan yang terjangkau dan strategis, mempelajari transportasi lokal untuk sampai ke lokasi wisata sampai mengatur dan merencanakan itinerary apa saja yang akan dilakukan semasa berwisata. 

Tapi meski telah banyak membaca cerita-cerita tersebut, toh sampai sekarang inipun belum juga diriku berkesempatan untuk mewujudkan keinginan jalan-jalan ke luar negeri. Jangankan bermimpi jalan-jalan ke benua eropa atau australia, ke negara jiran yang terdekat saja, macam Singapura dan Malaysia rasanya masing di awang-awang. Setelah melalui pemikiran yang tidak perlu memakan waktu banyak, kusimpulkan bahwa ada 4 faktor utama yang menurutku menjadi penghalangnya, yaitu : (1) keterbatasan biaya, (2) belum memiliki paspor, (3) kekurangan informasi dan ketidakmengertian/ketidaktahuan tentang cara yang harus ditempuh untuk bepergian ke luar negeri, dan (4) belum ada teman/siapapun yang dapat diajak gabung melaksanakan perjalanan ke luar negeri.

Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda
Bagian Customer Care
Suasana mengantri

Baru-baru ini, orang terdekatku (dalam hal ini : kakak) mencetuskan ide kepada kami (adik-adiknya) untuk merencanakan bepergian ke luar negeri pada tahun 2014 nanti. Ya, negara awal yang ingin dituju, apalagi kalau bukan negara terdekat dari RI dan serumpun, yaitu Malaysia. Ia bersedia untuk mengurus segala sesuatunya untuk kami, mulai dari mencarikan tiket, booking penginapan dan juga memandu ke tempat-tempat wisata selama berada disana. Ia memberanikan diri menjadi semacam “leader tour” bagi kami karena untuk urusan bepergian ke luar negeri telah pernah ia lakukan beberapa kali bersama teman-temannya. Berdasarkan pengalamannya tersebut, makanya ia tidak ragu untuk mengajak kami merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Tanda terima pembayaran
Pengambilan foto dan sidik jari
Menunggu sesi wawancara

Demi mewujudkannya, hal pertama yang harus kami lakukan adalah memiliki paspor. Untuk itulah, kami segera mengurusnya dengan mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda di Jalan Juanda guna pemprosesan lebih lanjut. Dan berikut ini, prosedur yang harus ditempuh dalam pengurusan pembuatan paspor baru berdasarkan pengalamanku :
  • Mengambil formulir permohonan di lantai II Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda (gratis). Untungnya pada saat itu, kakakku telah terlebih dahulu mengambilkan formulir sehingga aku hanya perlu untuk mengisi dan melengkapi persyaratan yang ditentukan.
  •  Mengisi formulir permohonan (berupa Formulir Surat Perjalanan RI Untuk WNI dan Surat Pernyataan) dan melengkapinya dengan berkas persyaratan, yang meliputi : (a) copy KTP (dalam ukuran kwarto), (b) copy kartu keluarga, copy akte kelahiran/ijazah/surat nikah, dan (c) surat rekomendasi/izin atasan.
  • Rabu pagi, 20 November 2013, pukul 08.00 wita, aku bergegas ke Kantor Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda dan langsung menyerahkan formulir permohonan (yang telah kuiisi sebelumnya di rumah) pada petugas di Customer Care.
  • Petugas customer care memberikan kembali formulir permohonan ke aku disertai dengan nomor antrian.
  • Aku lalu menunggu beberapa saat hingga akhirnya nomor antrianku dipanggil dan langsung menuju ke Loket Permohonan Paspor RI.
  • Di Loket Permohonan Paspor RI kutunjukkan nomor antrian beserta formulir permohonan. Petugasnya lalu mencatat dan meneliti kelengkapan berkas. Apabila telah lengkap, petugasnya akan memberikan bukti tanda terima permohonan yang isinya adalah pemberitahuan untuk membayar biaya permohonan sekaligus wawancara pada 2 hari berikutnya. Tidak lupa ia mengingatkan kepadaku untuk membawa berkas asli saat wawancara nanti.
  • Dua hari berikutnya, yaitu Jumat pagi, 22 November 2013, pukul 07.30 wita, aku telah berada di Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda dan kembali menuju ke petugas di customer care untuk memperlihatkan tanda terima permohonan dan langsung mendapatkan nomor antrian (waktu itu aku mendapatkan nomor antrian 6).
  • Setelah sabar mengantri, tiba giliranku dipanggil untuk menuju ke Loket Pembayaran dan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 255.000,-, yang meliputi biaya Paspor biasa 48 halaman Rp. 200.000,- dan Jasa Penggunaan Teknologi Sistem Penerbitan Paspor berbasis Biometrik Rp. 55.000-, Tetapi saat saudaraku mengurus pembuatan paspor di lain waktu, pembayaran sudah tidak lagi dilakukan di Loket Pembayaran Kantor Imigrasi Samarinda tetapi sudah dilakukan di bank-bank yang bekerjasama dengan instansi tersebut, yaitu Bank BNI sehingga total biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 260.000,- ( tambahan Rp. 5.000 untuk biaya admin bank).
  • Seterusnya setelah membayar dan mendapatkan tanda terima/bukti pembayaran, aku dipersilahkan menuju Ruang Foto Paspor Biometrik. Di ruangan ini sudah ada petugas yang siap dengan seperangkat kamera, komputer dan alat sidik jari. Disediakan pula cermin untuk merapikan penampilan agar saat difoto hasilnya bagus.
  • Selesai difoto dan pengambilan sidik jari, aku lalu disuruh ke ruangan sebelah. Di ruangan tersebut sudah menunggu beberapa orang untuk sesi wawancara. Saat tiba giliranku untuk diwawancarai, aku berusaha untuk santai. Kupikir pertanyaannya yang gimana gitu yang akan diajukan, ternyata simpel-simpel saja seperti ke negara mana dan tujuannya apa? Tidak lupa si pewancacara memintaku untuk menunjukkan berkas-berkas asli dan mengecek kembali (mengecek ulang) data-data pribadiku pada buku paspor yang ia tunjukkan. Kucek satu persatu dan memang telah berkesuaian tanpa ada kesalahan. Setelah merasa yakin dengan pengecekanku, petugasnya lalu menyuruhku untuk menandatangani buku paspor tersebut dan itu berarti sesi wawancara berakhir. Selanjutnya ia memberitahukan bahwa paspor baru bisa diambil setelah 3 hari sejak sesi wawancara. Oh ya, bagi anak-anak, wawancara harus didampingi oleh orangtuanya.
  • Rabu, 27 November 2013, aku datang kembali Kantor Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda dan langsung menuju Loket Pengambilan Paspor RI. Dengan menunjukkan tanda terima/bukti pembayaran, dalam waktu yang tidak terlalu lama, paspor baru telah berpindah ke tanganku. Pengambilan paspor ini harus dilakukan sendiri. Apabila memang tidak bisa, dapat diwakilkan kepada orang lain dengan membuat surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,-
  • Hal-hal lain yang kurang jelas mengenai pengurusan paspor dan segala sesuatunya tentang ijin tinggal di luar negeri, dapat menggali informasi di website imigrasi : http://www.imigrasi.go.id/. Di website tersebut juga disediakan pengurusan paspor secara online bagi mereka yang sibuk dan tidak sempat datang ke Kantor Imigrasi. 
 
Formulir bisa diperoleh secara cuma-cuma

Pada akhirnya, tentu saja aku merasa senang karena kini telah memiliki paspor. Ibaratnya 1 tahapan untuk bepergian ke luar negeri telah aku lalui. Sisanya tinggal keberanian dan eksekusi saja. Tentang kapan berangkatnya, aku serahkan semuanya pada Tuhan agar ia segera memudahkan jalanku untuk melihat dunia di luar sana.

1 komentar:

  1. sebenarnya itu kuncinya cuman satu: keberanian hehehee... Insyaallah pasti bisa deh. Seru kalau perginya sekeluarga hehee

    BalasHapus