Sabtu, 08 Februari 2014

Inspirasi Hidup

Jamak seperti yang diketahui, kehidupan di dunia ini pasti selalu dihadapkan dengan rangkaian masalah. Belum satu masalah usai, datang lagi masalah lain yang tidak kalah berat. Dan mau tidak mau, masalah yang datang bertubi-tubi harus tetap dihadapi. Terkadang, kita begitu tegar menghadapinya. Namun satu waktu, kita malah kehilangan sama sekali ketegaran itu. Kita menjadi terpuruk dan tidak tahu bagaimana untuk bisa bangkit kembali. 

Disaat itu mungkin kita akan putus asa dan terus-terusan mengeluh atas keadaan yang tidak adil ini menurut versi kita. Kemudian berpikiran negatip tentang betapa pilunya kehidupan yang harus dijalani sementara orang lain begitu mudahnya melenggang dengan penuh kebahagian. Lalu, muncul lagi rentetan ketidakpuasan dengan berpikiran bahwa apa yang telah dijalani selama ini secara benar ternyata hanya berbuah dengan penderitaan. Jadi, untuk apa menjalani sesuatu yang benar tersebut. Akhirnya sering muncul dibenak kita kata mengapa. Mengapa harus aku yang menderita? Mengapa harus aku yang tersakiti? Mengapa berakhir dengan kepedihan? Dan mengapa lainnya. 

Kata mengapa itu selalu muncul disaat kita sedang sangat emosional. Kita menjadi orang yang kehilangan akal. Dan lalu berpaling dari jalan Tuhan. Padahal, kita tidak akan pernah tahu hikmah apa yang tersembunyi dari masalah yang dihadapi tersebut sampai ia benar-benar usai. Bisa jadi dibalik masalah itu tersimpan sesuatu yang indah kedepannya. Namun karena ketidaksabaran tersebut, sesuatu yang indah itu menjadi berantakan. Kita telah mengacaukannya. Akhirnya, hanya penyesalan yang mungkin menjadi tangisan kita. Oleh karena itu, memiliki iman adalah kekuatan kita untuk tetap tegar menghadapi masalah sesulit apapun. Seperti kalimat inspiratif ini :
Jalan Tuhan bukanlah hal yang mudah, tapi terbaik. Miliki iman, dan Dia akan menunjukkan kepada kita, apa yang harus kita lakukan.
Menurutku, kalimat inspirasi diatas akan sangat berguna jika kita benar-benar menerapkannya dalam kehidupan. Namun akan menjadi tidak berarti apabila hanya dianggap sebagai sesuatu yang hanya patut diperkatakan saja.

Kalimat inspirasi ini bukanlah bertujuan untuk menggurui orang lain. Ia hanyalah menjadi motivasi bagi diriku sendiri agar selalu berada pada jalan Tuhan meski menghadapi cobaan sesulit apapun. Tapi, kalau memang ia berguna bagi orang lain, aku merasa bersyukur.

1 komentar: