Selasa, 18 Februari 2014

Nuansa Ungu Tanah Grogot

Selama 2 hari, yaitu Rabu dan Kamis, tanggal 21 sd. 22 Agustus 2013, aku bersama dengan ketiga temanku (Pak Edy, Pak Supri dan Pak Jainal) melaksanakan dinas luar ke Kabupaten Paser untuk suatu urusan pekerjaan kantor. Kegiatan itu sifatnya adalah monitoring dan pembinaan kepegawaian. 

Tentu, dalam setiap perjalanan dinas luar yang dilakukan, kami tidak pernah lupa untuk mengelilingi dan menjelajahi keadaan kota yang kami kunjungi tersebut. Dan bagi aku pribadi, kunjungan ke Tanah Grogot, Kabupaten Paser ini adalah kunjungan yang kedua. Pada waktu kunjungan yang pertama bersama rekanku yang lain, kami menginap di Hotel Mariola. Sedangkan pada kunjungan yang kedua ini dengan rekan yang berbeda, kami menginap di Hotel Bumi Paser.

Pada kunjungan kali ini, aku mengamati bahwa ada beberapa hal yang berubah dari Kota ini, yaitu :
Jalan
Jalan-jalan penghubung yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Paser banyak yang dimuluskan dengan pengaspalan.

Jalan menjadi prioritas utama perbaikan

Warna Ungu
Pemerintah Kabupaten Paser mengubah wajah kotanya dengan mengecat kantor-kantor instansi pemerintahan dengan warna cat ungu dan putih dari yang sebelumnya yang didominasi warna hijau dan putih. Jadinya kota ini kelihatan terkesan lebih gaul. Bahkan, dibeberapa rumah penduduk juga sepertinya melakukan hal yang sama dengan mengecat rumah mereka dengan warna yang identik dengan warna janda tersebut. Sepertinya itu adalah himbauan dari Pemkab.

Warna ungu menjadi ikon baru Kabupaten Paser

Rumah Sakit dan Hotel
Rumah Sakit Umum Panglima Sebaya yang dulunya masih dalam tahap pembangunan/renovasi, sekarang telah berdiri megah dengan disekelilingnya dihiasi taman-taman, lapangan bermain, hingga telaga air yang diberi nama Telaga Ungu. Bahkan, disamping rumah sakit tersebut dibangun pula sebuah hotel berbintang tiga yang hampir rampung yang juga dicat dengan warna ungu putih. Saat melintas ke kawasan tersebut sempat terbaca bahwa nama hotel tersebut adalah Grand Sadurangas Hotel.

RSUD Panglima Sebaya dari kejauhan

Pasar
Pasar Senaken yang dulunya saat aku kunjungi tahun 2010 lalu dalam keadaan becek dan semrawut, sekarang telah ditata dan dikelola dengan baik. Tempatnya pun menjadi lebih luas dan telah dicor sehingga nyaman untuk dilalui. Juga yang tidak ketinggalan adalah warna ungu dan putih yang menjadi warna utama dari pasar ini. 

Paser Senaken
Paser Senaken

Bagian dlm Kamar Hotel Bumi Paser
Aku memahami, dengan otonomi daerah yang diterapkan, setiap Kabupaten dan Kota sepertinya berlomba-lomba untuk mempercantik dan memperbaiki fasilitas dan infrastuktur di daerahnya menjadi lebih baik. Dan Kabupaten Paser pun melakukan hal yang sama. 


Hotel Bumi Paser

8 komentar:

  1. Pasar yang tertata rapi lebih enak dikunjungi ya. Banyak penjual pisang ya di pasar itu

    BalasHapus
  2. Kota ini sudah mulai mengeliat berkembang, temen ku perna penempatan disini sekitar 7 th yg lalu dan cerita nya masih kurang ++ hahaha

    BalasHapus
  3. padahal ungu bukan warna janda, hanya karena ada janda yang pakai baju warna itu. hihihi

    BalasHapus
  4. selain melakukan perjalanan dinas juga melancong ya....

    BalasHapus
  5. walaupun saya orang asli kalimantan timur, tapi sekalipun gak pernah ke kabupaten paser T_T

    BalasHapus
  6. daerah ini pemerintah daerahnya hebat, bisa rapihin kota kayak gitu.

    BalasHapus
  7. Kalau gak salah, Paser sering banget ngirim pegawainya diklat ke Bandiklat provinsi Jawa Timur ya?

    BalasHapus
  8. iya,, Kami Sebagai Warga Paser Bangga Makasi Kunjungan ya....
    Kami warna Paser , Paser suku yang di segani Orang Samarinda,, Karena ilmu suku Dayak ya

    BalasHapus