Jumat, 05 Desember 2014

Taman Van Der Pijl & Cahaya Bumi Selamat


Entah berapa kali mengunjungi Kota Banjarbaru yang terletak di kawasan landasan ulin ini. Itupun dilakukan karena tugas kedinasan yang mengharuskan kami menyelesaikannya di kantor regional (untuk wilayah Kalimantan Tengah, Selatan dan Timur). Sudah pasti, karena lebih fokus dengan masalah pekerjaan, rasanya untuk mengenal kota ini lebih dalam menjadi terabaikan.

Seperti saat kunjungan singkat beberapa bulan lalu ke kota ini, perasaanku biasa-biasa saja. Tidak ada sesuatu yang membuatku tampak bersemangat. Paling-paling hanya berjalan-jalan pagi dan sore melihat keramaian pasar. Selebihnya hanya dihabiskan di kamar hotel menonton acara TV lokal.

Sore-sore bersantai di taman sungguh menyenangkan
Binatang-binatang dinosaurus tersebar di taman ini
Penanda berupa jam di kawasan sekitar taman
Kerangkeng-kerangkeng untuk hewan peliharaan

Bosan dengan runitas yang sama, aku mencoba melakukan hal yang sedikit berbeda dari biasanya. Aku susuri sepanjang jalan Ahmad Yani, tepatnya di alun-alun kota yang tampaknya ramai dengan kerumunan orang-orang dengan beragam aktifitasnya. Di Alun-alun tersebut, terdapat sebuah taman yang luasannya cukup lapang untuk sekedar bersantai, kongkow-kongkow dan bermain-main sembari menunggu datangnya waktu malam. Taman tersebut adalah Taman Van Der Pijl.

TAMAN VAN DER PIJL

Tidak hanya sore hari melawati taman tersebut. Keesokan paginya pun aku sempatkan kembali kesana demi meihat lebih detil rupa dari taman yang namanya sangat kental bernuansa Bahasa Belanda. Tentu  sesuatu yang menyenangkan sekali bisa kesana kala pagi. Meski hujan lumayan deras mengguyur saat itu, tetapi tidak menyurutkan langkahku untuk menikmati keindahan taman.
 
Hujan deras mengguyur saat berada dalam taman
Patung jerapah yang lucu
Patung singa yang siap mengaum
Disambut patung jerapah yang tinggi besar

Sebenarnya rupa dari Taman Van Der Pijl ini standar saja. Ia layaknya taman-taman lain di kota-kota besar di Indonesia yang memiliki banyak kesamaan. Tapi taman ini mampu memberi oase sejuk bagi masyarakat banjarbaru karena tepat dibangun di tengah kota  yang menjadi perlintasan angkutan umum dari kabupaten dan provinsi lain yang hilir mudik setiap hari. Ini menjadi penapis dari polusi dan pencemaran yang berpotensi ditimbulkan oleh kendaraan-kendaraan itu. Ibaratnya, memberi kesegaran di tengah ketandusan.

Aku berteduh dari derasnya hujan sambil mengamati sekeliling taman. Mataku tertuju dengan patung-patung besar yang berdiri kokoh dan tersebar dibeberapa sudut, ada yang berbentuk manusia, tetapi lebih banyak yang berbentuk binatang-binatang, terutama binatang-binatang purba, dinosaurus dan kawan-kawannya. Ada juga patung singa, jerapah dan gajah. Patung-patung itu nampak besar dan menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan anak-anak. Sudah pasti hal tersebut menjadi kesenangan tersendiri sehingga ayah ibu tidak melewatkan kesempatan untuk memfoto anak-anak mereka bersama patung-patung yang lucu tersebut.

Patung binatang dinosaurus yang menarik perhatian pengunjung
Sebuah menara yang berdiri ditengah taman
Bagi yang gemar membaca silahkan sempatkan diri ke taman bacaan
Salah satu hewan peliharaan taman

Jika merasa lelah mengelilingi komplek taman, pengunjung tinggal merebahkan pantat mereka untuk sekedar duduk beristirahat. Jejeran kursi dan gazebo-gazebo yang terbuat dari batu bersemen tersedia banyak dan tersusun rapi. Memang nyaman jika menikmati keindahan Taman Van Der Pijl sambil duduk-duduk santai di gazebo-gazebo tersebut sembari merasakan sejuknya angin sepoi-sepoi.

Bagusnya lagi, taman ini dilengkapi beberapa fasilitas pendukung. Ada taman bacaan yang menyediakan buku-buku bagi masyarakat yang memang gemar membaca. Sayang, saat kunjungan tersebut, taman tidak sedang dibuka. Ada rasa kecewa karena tidak mengetahui isi dalamannya. 

Panggung terbuka untuk acara pementasan
Panggung terbuka untuk acara pementasan
Para remaja memanfaatkan taman ini untuk olahraga sepatu roda
Gazebo-gazebo yang tersedia pada taman

Juga tersedia track/jalur  untuk anak-anak muda yang memiliki kegemaran bersepatu roda. Biasanya sore hari, anak-anak muda tersebut ramai berkumpul memamerkan kebisaan mereka berseluncur dengan sepatu roda dengan melompati halangan-halangan yang ada. Tentu perlu sedikit keberanian untuk menjajal olahraga yang lumayan ekstrem tersebut. 

Panggung utama juga berdiri megah ditengah-tengah taman. Biasanya digunakan untuk pementasan seni dan budaya lokal. Tentu menjadi sesuatu yang patut dibanggakan bagi masyarakat sana karena  bisa menyaksikan persembahan-persembahan yang mengutamakan adat istiadat dan warisan setempat. 

Kursi-kursi yang tersedia untuk bersantai
Kolam yang semakin mempercantik tampilan taman
Landskap taman yang cantik
Tanaman yang rimbun memberikan kesegaran bagi pengunjung

Bagi yang tidak ingin ketinggalan informasi, tidak perlu takut. Di taman ini tersedia jaringan wifi gratis. Banyak anak-anak muda yang memanfaatkannya dengan membawa laptop dan smartphone untuk mengakses internet. Dan inilah yang sepertinya menjadi hal penting dari taman ini bagi kebanyakan pengunjung. Bersantai tapi tidak pula ketinggalan berita-berita terkini.

Satu hal yang juga menjadi daya tarik utama adalah kehadiran beberapa binatang yang dipamerkan dalam suatu kerangkeng besi. Binatang-binatang itu adalah burung dan orang utan. Tentu saja, yang namanya mengamati tingkah polah lucu binatang, menjadi tontonan yang mengasyikkan bagi para pengunjung. Sesekali mereka bercengkrama dengan mencoba memberi makan hewan-hewan tersebut berupa buah pisang.

Bunga-bunga yang berwarni-warni menambah semarak suasana taman
Hijaunya dedaunan yang menyegarkan
Bersantai di taman gratis dan plusnya ada wifi untuk akses internet
Pintu gerbang untuk memasuki taman

Puas dengan tontonan binatang dalam kerangkeng, cobalah untuk mengalihkan pandangan ke sudut lain dari taman tersebut dimana segerombolan balita asyik bermain odong-odong. Tawa dan kegembiraan terpancar di wajah para  bocah-bocah itu takkala sepeda yang digunakan sebagai media permainan mulai berputar-putar diiringi dengan lantunan lagu anak-anak.

Akhirnya, jika merasa lapar dan haus, tidak perlu khawatir jika tidak menemukan sesuatu untuk dimakan. Di bagian belakang dari Taman Van Der Pijl, berderet gerai-gerai yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Hanya perlu melangkahkan kaki beberapa langkah saja untuk sampai kesana, maka akan dengan mudah menemukan sesuatu untuk dapat mengganjal perut.

Memberanikan diri berfoto dengan landmark taman
Hujan tidak menyurutkan niat untuk berfoto

@@@@@@

Masih di Kalimantan Selatan, tepatnya sebelum memasuki kawasan Pasar Martapura, maka akan dengan mudah menjumpai sebuah taman yang arsitekturnya mencuri perhatian mata untuk tidak lepas memandanginya. Rasanya akan rugi jika tidak menelusuri setiap sudut dari taman tersebut. Nama taman itu pun unik, yaitu Taman Cahaya Bumi Selamat.

Taman Cahaya Bumi Selamat di Kota Martapura

TAMAN CAHAYA BUMI SELAMAT

Selesai berbelanja di Pasar Martapura pada Jumat pagi itu, maka tidak segera kami beranjak dari tempat tersebut. Kami sempatkan sejenak untuk singgah sesaat di Taman Cahaya Bumi Selamat. Yang menarik dari taman ini adalah arsitekturnya yang mengedepankan seni islam. Ukiran-ukiran dari bangunan yang ada penuh dengan ukiran-ukiran khas timur tengah dengan lekuk sana sini. Tidak ketinggalan huruf-huruf kaligrafi yang juga menempel indah pada seni ukiran tersebut semakin menambah cantik bentuk bangunan.

Banyak pilar dengan ukiran indah
Banyak pilar dengan ukiran indah
Lokasi taman ini dekat dengan kios-kios penjual batu intan dan permata
Bangunan yang ada penuh dengan nuansa islami
Taman ini cukup lapang untuk bermain-main
Bagian dasar dari tugu yang paling besar
Kuning menjadi warna utama tugu

Bunga-bunga yang tumbuh subur menjadi nilai tambah tersendiri untuk taman tersebut. Dengan rupa bunga yang warna warni, sekeliling taman nampak cerah dan berseri. Indah nian untuk menyusuri sepanjang taman. Meski saat itu cuaca cukup terik, tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap menikmati indahnya taman.

Bangunan-bangunan dengan pilar-pilar yang menjulang tersebar di beberapa sudut taman. Yang paling besar menyerupai tugu dengan warna kuning sebagai warna utamanya. Ukiran kaligrafi bersama ornamen-ornamen khas Kalimantan Selatan yang menempel dibagian badan tugu tersebut turut mempercantikan. Tidak bosan untuk memandanginya.

Track untuk berjalan kaki menelusuri taman
Banyak pilar-pilar yang berdiri kokoh sebagai pemanis taman
Tong sampah untuk kebersihan taman
Papan peringatan agar selalu menjaga kebersihan taman
Tugu sebagai penanda utama taman
Kios-kios batu intan dan permata yang banyak diincar tamu dari luar
Harus mencoba untuk melihat batu-batu permata yang dijajakan

Paling tidak tahan untuk tidak menyempatkan diri berfoto-foto disemua bagian sudut dari Taman Cahaya Bumi Selamat. Tentu saja yang harus diutamakan adalah berfoto dengan latar tugu yang menjulang tersebut. Meski pada saat itu pakaian yang kukenakan sekenanya saja (karena memang tujuan awal hendak melihat pasar), tapi tidak mengurangi keinginanku untuk mengabadikan momen yang bagus-bagus.

Aku merasa puas bisa berjalan-jalan menikmati keindahan taman yang luasannya cukup membuat kaki lelah jika menelusurinya pada semua sudut. Tapi semua itu terbayar dengan perasaan senang karena mampu merasakan langsung rimbunnya pepohonan yang menghijau dan segarnya tanaman. Sudah pasti keinginan untuk bisa kembali kesana suatu saat nanti menjadi hal yang patut aku pertimbangkan.

Ornamen-ornamen khas kalimantan juga turut menambah cantik taman
Lantai taman yang dikeramik dengan rapi
Anak-anak senang bermain-main di sekitar tugu besar
Tugu utama dengan ornamen khas kalimantan dan juga kaligrafi
Mejeng menjadi keharusan di taman ini
Tugu dgn ukuran lebih kecil dari tugu utama yang ada

Banjarbaru-Martapura, 12-15 Maret 2014

1 komentar:

  1. keren sekali tempatnya ,, cocok untuk dijadikan objek foto

    BalasHapus